Terapi Menulis

Psikologi / 26 January 2010

Terapi Menulis
agnes.faith Official Writer
5569

Kita sering lalai menghayati batapa manusia adalah makhluk yang butuh bercerita. Bercerita dan didengar adalah kebutuhan manusia yang sangat primal. Menulis umum kita lakukan ketika merasa tidak ada yang mendengarkan, atau cerita kita terlalu pribadi. Dengan kata lain untuk katarsis. Tujuan utama tulisan katarsis adalah mengeluarkan. Makin lama semakin melegakan.

Menulis terjadi pada saat seseorang dalam kondisi depresif. Kita merasa sedih ketika sebuah pengalaman menyenangkan berakhir, sehingga terdorong untuk memperpanjang sensasi bahagia tersebut dengan menulis.

Ketika sedih, kita mencoba mencari penjelasan untuk mengurangi rasa sedih tersebut. Kita menulis untuk menjelaskan pada diri kita.

Menulis melibatkan keaktifan seseorang dalam menerjemahkan pengalaman emosi mereka dari pengalaman langsung (melihat, mendengar) menjadi simbolik (bahasa, kata) dan merupakan proses mental analisis.

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa pada saat Anda menulis, berarti Anda sedang melakukan terapi. Yang sulit adalah mengukur sudah seberapa terapeutik kah kegiatan menulis Anda.

Relatif semua tingakah laku, untuk jangka panjang, lebih baik dilakukan secara sadar. Seseorang sebisa mungkin memahami apa yang sedang ia alami ketika ia melakukan sesuatu.

Sumber : editor's choice
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?