Berpikir Lintas Batas

Berpikir Lintas Batas

Lestari99 Official Writer
      6231
Markus 9:23
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 99; Lukas 11; Yosua 9-10

"Bu, lihat bulan itu indah sekali ya!" seru seorang anak laki-laki saat melihat terangnya bulan. Ketika sang ibu mendekat, anak itu pun berkata lagi, "Jika besar nanti, aku ingi terbang ke bulan." "Ke bulan?" Tanya ibunya terkejut. "Ya, aku ingin terbang ke bulan," jawabnya. "Ya, ya. Nanti kalau kamu sudah besar, Sayang! Sekarang pergilah tidur!" jawab sang ibu sambil tersenyum. Tentu saja sang ibu tidak serius saat mengatakan hal itu. Dia hanya berusaha untuk tidak mematahkan semangat putranya. Anak laki-laki itu pun mengangguk puas sambil berkata, "Selamat malam, Bu!"

Siapa yang menduga anak kecil itu berhasil mewujudkan impiannya. Dialah Neil Amstrong yang pada tahun 1969 bersama dua rekannya, Edwin Aldrien dan Michel Collin berhasil mendarat di bulan dengan mengendarai Apollo 11!

Saat itu mungkin sang ibu tidak berpikir bahwa apa yang dikatakan anaknya menjelang tidur itu pada suatu saat akan menjadi kenyataan. Jika kita membaca Alkitab, ternyata di dalamnya ada juga kisah orang yang berani berpikir lintas batas. Salah seorang dari mereka adalah Yakub (Kejadian 30:25-43).

Setelah mengakhiri rutinitas pekerjaan, kita diberi kesempatan untuk merenung. Apakah rutinitas sudah membentuk kita sedemikian rupa sehingga kita berpikir dan berangan-angan berlandaskan rutinitas semata? Dan tak ada waktu untuk berpikir lintas batas tentang Tuhan dan kehendak-Nya, termasuk yang berhubungan dengan masa depan kita?

Masa depan adalah milik orang yang yakin pada keindahan mimpi-mimpi mereka.

Ikuti Kami