Mari kita mulai dari prioritas utama yang pertama, yakni prioritas dalam keuangan. Bagaimana kita menggunakan uang kita merupakan indikasi apa yang sebenarnya kita percayai. Lukas 16:13 menuliskan mengenai hal ini, "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Jadi, uang tidak membuat kita menjadi seorang yang rohani atau begitu duniawi, tetapi lebih kepada kondisi rohani yang ada di dalam diri kita.
Prioritas etik ini sangatlah penting untuk melihat seperti apa kita sebenarnya. Apakah seorang yang sungguh mencintai Tuhan atau tidak. Prioritas etik dapat menjadi tolok ukur bagaimana firman Tuhan itu hidup dalam diri kita. Ada 3 hal yang sangat krusial dan menjadi perdebatan selama ini kaitanya dengan prioritas etik yakni masalah pajak, penipuan, dan penyalahgunaan waktu dan properti perusahaan. Ketiga ini dapat dikatakan masalah-masalah yang dihadapi oleh mereka yang bergerak dalam bidang usaha/investasi. Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”