Tips Sukses Kedua Orangtua Bekerja

Tips Sukses Kedua Orangtua Bekerja

agnes.faith Official Writer
4258

Ibu bekerja, jelas merupakan realitas yang nyata. Kecenderungan ini, menurut Daniel Amen, M.D., direktur medis The Center for Effective Living, akan menimbulkan dampak sosial serius bagi anak, jika orangtua tidak memberikan penjelasan yang tepat alasan mereka bekerja. Psikiater anak, remaja, dan dewasa ini menyodorkan sepuluh tips untuk membesarkan anak secara sehat dalam keluarga dengan kedua orangtua bekerja: 

1. Waktu

Hubungan orangtua-anak yang baik memerlukan waktu yang memungkinkan mereka berkumpul secara fisik. Tidak perlu berjam-jam. Yang penting orangtua konsisten meluangkan waktu bersama anak-anak hampir setiap hari. Ketika bersama mereka, jauhkan gangguan dan konsentrasikan perhatian pada mereka. Waktu adalah tonggak penyangga pengasuhan yang baik. 

2. Jadilah pendengar yang baik

Bila anak mengetahui bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan, mereka akan lebih bersemangat untuk berbagi perasaan dan pikiran. Sebaliknya, kalau orangtua merendahkan gagasan anaknya atau 'rajin' mengkritik kata-kata atau perilakunya, anak akan menarik diri dan memilih lebih dekat kepada teman. Karenanya, jika ingin memiliki pengaruh dalam kehidupan anak, jadilah pendengar yang baik. Mereka akan menerima bila kita membantu mereka memecahkan masalah. 

3. Tentukan harapan yang jelas

Memberitahukan anak apa yang kita harapkan darinya akan membentuk perilaku yang baik. Jangan ragu-ragu melibatkan mereka dalam pekerjaan sehari-hari dan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas di lingkungan rumah. Kebanyakan anak pasti akan mengeluh. Namun kita harus berusaha agar mereka senang dilibatkan. Anak yang berperan serta dalam urusan rumah tangga, akan punya etika kerja dan umumnya lebih merasa menjadi bagian dari keluarga.

 4. Jangan membiarkan rasa bersalah

Banyak orangtua merasa bersalah karena bekerja seharian di luar rumah. Sebagai kompensasinya, mereka membiarkan anak berperilaku buruk dan tidak disiplin. Orangtua yang baik adalah yang tegas. Merasa bersalah merupakan tindakan kontraproduktif.  

5. Jangan gantikan kasih sayang atau waktu dengan uang

Memang penting mengajari anak bagaimana mengelola uang. Tapi jangan gunakan uang sebagai pengganti waktu atau kasih sayang kita. Pesan iklan di tv mudah sekali merasuki anak dan membangkitkan keinginan mereka untuk membeli ini dan itu. Agar kita dapat membentengi anak dari pengaruh buruk itu, kita buat mereka untuk selalu berusaha dulu bila ingin memperoleh sesuatu. Sesuatu yang diperoleh melalui bekerja akan lebih terasa nilainya. 

6. Jangan gonta-ganti pengasuh

Satu dari kebutuhan psikologis anak yang penting adalah, ia terasuh dengan baik dan penuh kasih secara terus-menerus. Karena itu kita memerlukan pengasuh. Dengan menggunakan pengasuh kecemasan kita akan berkurang selama kita bekerja. Berikan kesempatan untuk terciptanya keakraban dan kedekatan antara anak dan pengasuh. Sering gonta-ganti pengasuh dapat membahayakan anak.

7. Kuncinya: pengawasan

Seringkali, saat ditinggalkan orangtua, anak terjerumus dalam masalah. Penelitian menunjukkan, anak-anak bermasalah sering berasal dari keluarga yang kurang atau tidak mengawasi. Anak tidak begitu saja tahu sejak lahir, mana perilaku baik, mana yang buruk. Mereka perlu diajari dan kemudian diawasi. Sangat penting bagi orangtua mengetahui di mana anaknya, sedang bersama siapa, dan sedang berbuat apa. Memang, anak sering mengeluh kalau ia diawasi ketat. Tetapi anak-anak yang tidak diawasi juga dapat merasa orangtua tidak peduli dengan mereka!

 8. Beri perhatian lebih saat ia baik

Ini bagian paling berat bagi orangtua. Kita cenderung lebih memperhatikan anak-anak ketika mereka menjengkelkan. Sebaliknya, lebih sulit memperhatikan perilaku baik mereka. Namun jika ingin anak berperilaku baik, beri perhatian pada hal-hal yang kita sukai dari mereka. Kalau anak merasa diabaikan, secara bawah sadar ia akan berperilaku salah untuk menarik perhatian kita.

9. Hukuman itu untuk mendidik

Orangtua yang bekerja di luar rumah cenderung mengalami kelelahan dan mudah jengkel. Mereka lebih mudah kehilangan kontrol terhadap anak. Ini dapat menimbulkan masalah. Jangan pernah menghukum anak ketika kita sendiri tidak dapat mengontrol diri. Gunakan hukuman untuk mendidik, bukan untuk melampiaskan kemarahan.

10. Berikan teladan dalam relasi

Anak belajar berelasi dari orangtua mereka. Mereka juga merasa paling aman jika melihat orangtua saling memperlakukan pasangannya dengan baik. Jadi, hal terbaik yang dapat dilakukan bagi anak-anak adalah mencintai pasangan kita.

Sumber : windiaja.multiply.com
Halaman :
1

Ikuti Kami