Mula-mula tampak lucu, karena keduanya terlihat saling tarik-menarik. Tetapi kemudian, ular-ular itu saling membuka rahang agar dapat menggigit lebih banyak dan menelan mangsanya bulat-bulat. Mulut kedua ular itu akhirnya saling bertemu. Ular yang badannya lebih besar dengan cepat membuka rahangnya lebih lebar, sehingga ia juga mencaplok kepala rekan sekandangnya.
Namanya juga binatang yang tidak berakal budi, saling memangsa, yang lebih kuat menang dan yang lebih lemah kalah. Namun bagaimana dalam kehidupan manusia dengan sesamanya?
"Tetapi jika kamu saling mengigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan." (Galatia 5:15)
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”