Pikiran kita itu seperti taman; mereka bisa bertumbuh kala kita merawat akarnya.
"Seperti ahli taman menanami lahannya, menjaganya bebas dari rumput liar, dan menumbuhkan bunga dan buah yang ia butuhkan, demikian juga orang cenderung menjadikan pikirannnya bak taman, menyiangi dan membuang semua hal yang salah, tidak berguna dan pikiran yang tidak bersih, dan menumbuhkan ke arah kesempurnaan dari bunga dan buah kebenaran, yang berguna dan pikiran yang murni.
Melalui pengejaran proses ini, seseorang cepat atau lambat menemukan bahwa dia menjadi ahli taman bagi jiwanya, sutradara bagi kehidupannya. Dia juga menyatakan, bahwa di dalam dirinya, kaidah berpikirnya, pengertiannya akan meningkat keakuratannya, bagaimana dorongan pikirannya dan elemen berpikirnya beroperasi dalam bentuk kerangka karakter, lingkungan dan hasratnya".
Diambil dari (‘As a Man Thinketh' oleh James Allen)
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”