JAWABAN.com - Jakarta-Departemen Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan audit konstruksi menyusul adanya temuan dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) PU bahwa struktur jalan nasional yang ada dan yang baru selesai dibangun kondisinya jauh di bawah standar. Jalan-jalan nasional yang kondisinya di bawah standar itu di antaranya adalah Pantura dan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera.
Menurut Kepala Pusat Balitbang Jalan dan Jembatan Sjahdanulirman, dari temuan itu paling tidak pihaknya bisa memberikan kesimpulan awal bahwa dana yang dipakai untuk membangun jalan nasional hanya 40 persen dari harga yang ditetapkan dalam tender.
"Besarannya harga pembangunan jalan yang hanya 40 persen membuahkan konsekuensi pengurangan kualitas sehingga hasilnya menjadi tidak maksimal," tegasnya, Jumat (15/9).
Rendahnya kualitas jalan-jalan nasional di Indonesia, kata Sjahdanulirman, diduga kuat terjadi karena adanya banting membanting harga dalam proses tendernya.
Kontraktor yang berpartisipasi dalam proses tender tersebut hanya berpikir bagaimana mendapatkan proyek dari departemen ini, tanpa memikirkan produk kerja mereka. Salah satu contohnya adalah soal ketebalan aspal pada jalan-jalan nasional yang disyaratkan dari 5 sentimeter menjadi 3 sentimeter.
"Pemenang tender tidak harus penawar dengan harga terendah atau yang paling mendekati harga over estimate (OE). Tapi yang selama ini terjadi penawar terendah selalu dimenangkan," paparnya. (nat)
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”