Natal Sehat Dengan Kuasa Pengampunan (1)

Info Sehat / 19 December 2011

Kalangan Sendiri

Natal Sehat Dengan Kuasa Pengampunan (1)

Lestari99 Official Writer
4736

Berkumpul bersama keluarga besar saat liburan Natal dapat mengeluarkan hal terburuk dari pribadi seseorang yang terus menyimpan kebencian terhadap kenalan maupun anggota keluarga lainnya. Momen reuni terisi dengan kemarahan dan menggantikan semua kesenangan. Hal yang lebih buruk lagi adalah bahwa sesungguhnya menyimpan luka, kemarahan dan permusuhan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik Anda. Memaafkan seseorang dari kesalahan mereka tidak hanya memulihkan hubungan Anda tapi juga baik bagi keseharan mental dan fisik Anda.

Berikut adalah cara untuk mengampuni dan apa dampak dari pengampunan bagi kesehatan Anda.

Melepaskan Pengampunan Dapat Menurunkan Tekanan Darah

Dalam sebuah studi di tahun 2006 yang dilakukan oleh Dr Frederic Luskin, Ph.D. penulis dari Forgive for Good, peneliti meneliti apakah seseorang yang didiagnosis dengan hipertensi tahap 1 dapat menurunkan tekanan darah mereka setelah melalui program pelatihan pengampunan. Para ilmuwan mengukur ekspresi kemarahan dan tekanan darah. Setelah menjalani program pelatihan pengampunan selama delapan minggu, mereka menunjukkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah dibandingkan dengan mereka yang hanya sekedar mengontrol tekanan darah. Para peneliti menunjukkan bahwa pelatihan semacam ini dapat menjadi intervensi klinis yang berguna bagi beberapa pasien hipertensi dengan tingkat kemarahan yang tinggi.

Mengurangi Kemarahan, Meningkatkan Optimisme, Meningkatkan Cara Berpikir

Saat masih kuliah, Dr Frederic Luskin, Ph.D. tertarik dengan kekuatan dari pengampunan. Ketidakmampuannya untuk melepaskan amarah pada seorang teman membuatnya memutuskan untuk menyelesaikan disertasinya dengan topik pengampunan. Setelah mendapatkan gelar doktor, Luskin kemudian membuat Proyek Pengampunan Universitas Stanford. “Hasilnya sangat positif,” ujarnya. “Mereka yang mengikuti program ini menunjukkan stres dan kemarahan yang berkurang, lebih optimis dan lebih mudah untuk mengampuni.”

Mengampuni Membuat Anda Lebih Pintar

Dr Tom Farrow, seorang psikolog klinis, dan rekannya meng-scan otak relawan menggunakan MRI. Ternyata ketika seseorang sedang dalam proses mengampuni, aktivitas di lobus frontal otak meningkat. Lobus frontalis merupakan bagian yang terlibat dalam pemecahan masalah dan pemikiran yang kompleks, membuat Anda dapat berpikir dan bernalar dengan lebih kompleks. (bersambung...)

 

Baca juga:

Sumber : saidaonline
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?