Perilaku Orang Tua Yang Hambat Tumbuh Kembang Anak

Parenting / 9 October 2014

Perilaku Orang Tua Yang Hambat Tumbuh Kembang Anak
Sumber: nurhidayah26.wordpress.com
Theresia Karo Karo Official Writer
5372
Tanggung jawab sebagai orangtua emang bukan perkara mudah. Setiap orangtua pasti menginginkan dan memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Tetapi tahukah anda bahwa terdapat perilaku orang tua yang ternyata berpengaruh dalam tumbuh kembang anak? Dilansir dari Lifehack.org ada lima perilaku orang tua dalam pengasuhan yang tanpa disadari justru menghambat perkembangan anak.

Memudahkan Segalanya
Madeline Levine, seorang psikolog menyatakan bahwa ada saatnya orang tua sebaiknya membiarkan anak terjatuh. Agar mereka mampu berjalan dengan kaki mereka sendiri. Tidak hanya dalam latihan berjalan, hal ini berlaku dalam berbagai moment. Misalnya, saat anak kalah dalam perlombaan atau mendapat nilai buruk, jangan langsung menenangkan dan menghiburnya untuk mengalihkan perhatiannya. Yang harus dilakukan adalah menyalurkan semangat dan beri pengertian bahwa kegagalan adalah bagian yang akan dilewati bila ingin mencapai keberhasilan. Sehingga sebagai orang tua, anda telah menyiapkan anak untuk dapat menghadapi manis dan pahitnya kehidupan.

Menghakimi
Sama halnya dengan memberi komentar negatif, hal ini sangat berbahaya bagi anak. Bila orangtua menyampaikan komentar negative dan bersifat menghakimi, maka akan membuat anak merasa rendah diri dan menghambatnya dalam perkembangannya di masa depan. Perhatikan omongan anda, karena inilah yang akan menjadi gambar diri yang terekam pada anak.

Obral Pujian
Studi yang dilakukan Stanford University ini melibatkan anak usia 1-3 tahun. Anak-anak ini mendapat pujian atas usaha yang mereka lakukan, bukan atas bakat yang mereka miliki. Lima tahun kemudian  anak-anak ini lebih mudah menghadapi tantangan dan memiliki motivasi yang tinggi. Memuji anak memang di perlukan untuk mendukung perkembangan mereka, tetapi segala sesuatu yang berlebihan akan berakhir tidak baik. Mulailah belajar untuk memuji anak atas usaha mereka, bukan sekedar kata pintar, cantik, ganteng dan lain sebagainya.

Ragu Berhadapan dengan Risiko
Belajar mengambil risiko berarti belajar untuk meraih kepercayaan diri dan belajar mengenai batasan yang dimiliki. Beri kebebasan (yang pasti tetap dalam pengawasan) saat anak-anak bermain. Hal ini berguna untuk mengeksplorasi diri mereka dan belajar menghadapi risiko.

Terlalu Mengalah Saat Anak Rewel
Hal ini sering terlihat saat orangtua ingin menenangkan anak. Memang ini lebih mudah dilakukan daripada berusaha mengatasi kerewelan anak. Tetapi tahukah anda bahwa kebiasaan ini dapat menjadi acuan saat anak bersikap kedepannya. Anak akan memiliki pemahaman bahwa dia dapat mendapatkan apapun, bila ia meminta dengan tangisan dan rewel. Oleh sebab itu jangan langsung memberikan apa yang anak anda mita ketika dia rewel, melainkan beri pengertian mengapa anda tidak mengijinkan hal tersebut.

Memang tidak ada orang tua yang sempurna atau orangtua yang ahli dalam mendidik anak, karena semua adalah proses pembelajaran. Setiap orangtua memiliki cara masing-masing dalam mendidik dan mengasuh anak. Semoga ulasan ini dapat membantu anda dalam proses pembelajaran sebagai orang tua.
Sumber : Ayahbunda/Vemale.com by tk
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?