Kalau hidupmu sedang dalam situasi KRISIS saat ini, apakah kamu berpikir bahwa ini adalah "HUKUMAN TUHAN atas dosamu atau UJIAN IMAN yang Dia izinkan terjadi" ?
Sepanjang sejarah Alkitab, tokoh-tokoh iman yang kita kenal paling setia pun mengalami penderitaan yang sama atau bahkan jauh lebih berat dari yang kita alami saat ini.
Apakah penderitaan mereka adalah HUKUMAN TUHAN? Atau proses untuk MEMURNIKAN IMAN mereka?
Tapi Alkitab menjawabnya bahwa "tidak semua krisis adalah hukuman!"
1. Jemaat Mula-mula (Kis. 8:1-4)
Dianiaya bukan karena dosa, tapi karena taat pada Injil.
➝ Penganiayaan jadi sarana penyebaran Injil.
2. Ayub (Ayub 1:20-22; 42:5)
Orang benar, tapi kehilangan segalanya.
➝ Krisisnya membuktikan kualitas iman, bukan menghukum dosa.
3. Yusuf (Kej. 50:20)
Dikhianati, difitnah, dipenjara—bukan karena salahnya.
➝ Tuhan menenun semua jadi rencana penyelamatan.
4. Daud (Mzm. 57:1-3; 1 Sam. 24:10-12)
Sudah diurapi, tapi tetap diburu untuk dibunuh.
➝ Pelarian itu proses pembentukan karakter, bukan hukuman.
5.Elia (1 Raj. 19:4-8, 11-13)
Lelah dan ingin menyerah dalam pelayanan.
➝ Tuhan tidak menghukum, tapi memulihkan dengan lembut.
Tuhan membentuk kita menjadi lebih kuat terkadang lewat krisis dalam hidup kita. Dia mau kita tekun menanggungnya sampai kita memperoleh buah kebaikan pada akhirnya.
"Aku berani mengatakan bahwa Tuhan tidak akan pernah memakai seseorang secara luar biasa sampai Ia melukainya secara dalam." A.W. Tozer
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”