Banyak orang ingin dihormati dan dilayani. Padahal, Yesus menunjukkan teladan yang berbeda. Ia datang untuk melayani.
Sebagai pengikut Kristus, kita diajak memeriksa hati, apakah kita lebih ingin menjadi “bos” yang dilayani, atau pelayan yang siap menjadi berkat bagi sesama?
1. YESUS MEMILIH UNTUK MELAYANI (Matius 20:28)
Yesus tidak mencari kehormatan, tetapi datang untuk melayani.
2. HIDUP BUKAN LAGI TENTANG DIRI SENDIRI
Setelah menerima keselamatan dari Tuhan, hidup kita tidak lagi berpusat pada kenyamanan pribadi.
Melayani adalah cara kita menunjukkan syukur pada Tuhan.
3. KARUNIA BUKAN UNTUK PAMER (1 Petrus 4:10)
Setiap orang percaya diberi karunia oleh Tuhan untuk membangun, menolong, dan memberkati sesama.
4. KASIH HARUS TERLIHAT DALAM TINDAKAN (1 Yohanes 3:18)
Kasih Allah tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus dihidupi melalui tindakan.
5. PELAYANAN BUKAN PANGGUNG UNTUK DIRI SENDIRI (Kolose 3:23)
Melayani bukan untuk memegahkan diri sendiri, melainkan cara untuk mengenalkan Allah kepada banyak orang.
Mengikut Yesus bukan soal menjadi yang paling tinggi, tetapi rela merendahkan hati untuk melayani.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”