Hadir Menghibur Mereka yang Menderita
Kalangan Sendiri

Hadir Menghibur Mereka yang Menderita

Lori Official Writer
      102

Ayat Renungan: 2 Korintus 1:3–4 - "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."

 

Pengalaman paling menyakitkan yang kita alami biasanya akan sangat mudah menggerakkan hati kita untuk menolong orang lain yang sedang mengalami rasa sakit yang sama. Entah itu penolakan, kegagalan, kehilangan maupun luka trauma karena musibah maupun kemalangan. Inilah yang disampaikan Rasul Paulus di dalam bagian ayat renungan pagi ini.

Dituliskan di dalam 2 Korintus 1:3–4, "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." 

Paulus menegaskan bahwa hasil dari pengalaman penderitaan kita adalah kita memperoleh kuasa untuk menghibur orang lain yang sedang menderita. Jadi jika dulu kita sudah melalui duka kehilangan semua hal yang kita punya, maka ketika kita melihat orang lain sedang berada di titik yang sama kita punya kemampuan menjadi saudara yang menopang maupun memberikan penghiburan. Tentu kita tidak bisa melakukannya sendirian, tetapi dengan kuasa dari Tuhan yang adalah sumber segala penghiburan.

Mari melihat ke sekeliling kita, apakah ada orang yang sedang mengalami penderitaan seperti yang dulu pernah kita alami? Apakah hati Anda tergerak dengan rasa iba untuk hadir menguatkan maupun menghibur mereka? Paulus mengajarkan kita pagi ini bahwa menghibur orang lain di tengah kehilangan mereka, trauma mereka maupun penderitaan mereka, adalah bentuk tindakan yang murni dan alami. Kita bisa hadir untuk mereka dengan:

1.Tunjukkan sikap positif dan penuh sukacita. Inilah yang Paulus dan Silas lakukan ketika berada di tengah para tahanan di penjara—orang-orang yang mungkin sedang putus asa dan kehilangan harapan (Kisah Para Rasul 16).

2. Doakan mereka. Ini adalah bentuk penghiburan yang tidak menuntut kita untuk membanggakan pengalaman penderitaan kita sendiri, melainkan mengundang kuasa Tuhan bekerja dan meneguhkan mereka yang sedang lemah.

3. Sampaikan kata-kata penghiburan. Meski membutuhkan kepekaan, ketulusan hati Anda akan terasa, bahkan ketika Anda hanya berkata, "Jangan khawatir, kami ada bersamamu." Kalimat sederhana ini mampu menghadirkan ketenangan dan rasa aman.

Saudara, saya percaya Tuhan telah membawa Anda sampai di titik ini karena Anda telah berjalan bersama-Nya melewati berbagai penderitaan. Karena itu, maukah Anda dipakai Tuhan untuk menjadi alat penghiburan bagi mereka yang saat ini hidupnya sedang sulit dan terluka?

Jika Anda bersedia, hiburlah seseorang yang Anda tahu sedang menghadapi pergumulan. Bagikan sukacita, kirimkan pesan yang menguatkan, dan yang tidak kalah penting: doakan mereka.

Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. 

Ikuti Kami