Terimalah Damai Sejati, Yang Tidak Bisa Dunia Berikan

Renungan Harian / 17 October 2026

Terimalah Damai Sejati, Yang Tidak Bisa Dunia Berikan
Claudia Jessica Official Writer
      166

Yesaya 26: 3

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya

 

Setiap hari kita bisa menemukan banyak alasan untuk gelisah. Berita tentang politik, bencana alam, penyakit, kecelakaan, kekerasan, masalah ekonomi, dan ketidakpastian hidup seolah tidak pernah berhenti. Ditambah lagi, media sosial sering membuat hati semakin sesak. Terlalu banyak kabar buruk, terlalu banyak opini, terlalu banyak hal yang membuat pikiran terasa bising.

Kalau kita mencari damai dari dunia yang kacau, kita akan mudah kecewa. Dunia tidak bisa memberi damai yang sejati, karena dunia sendiri tidak memilikinya. Damai tidak datang dari situasi yang selalu aman, rekening yang selalu cukup, tubuh yang selalu sehat, atau hubungan yang selalu baik-baik saja. Semua itu bisa berubah. Damai sejati hanya datang dari satu sumber, yaitu Tuhan.

Yesaya 26:3 berkata bahwa Tuhan menjaga orang yang hatinya teguh dengan damai sejahtera, sebab orang itu percaya kepada-Nya. Hati yang teguh bukan berarti hati yang tidak pernah takut. Hati yang teguh adalah hati yang terus kembali kepada Tuhan, bahkan ketika keadaan di sekelilingnya membuat takut.

Yesus sendiri adalah Raja Damai. Damai yang Ia berikan tidak sama seperti damai yang ditawarkan dunia. Dunia memberi rasa aman sementara ketika semua terlihat terkendali, tetapi damai Kristus menjaga hati dari dalam, bahkan saat keadaan belum berubah.

Lalu bagaimana kita belajar percaya kepada Tuhan saat sulit mendapat kedamaian?

Mulailah dengan meminta damai-Nya. Datanglah kepada Tuhan dan katakan dengan jujur apa yang sedang mengganggu hatimu. Setelah itu, penuhi pikiran dengan firman dan janji-Nya, karena kebenaran Tuhan menolong kita melihat hidup dengan cara yang lebih jernih.

Damai Tuhan tidak selalu menghilangkan badai, tetapi damai itu menjaga hati kita tetap berdiri di tengah badai.

 

Momen refleksi:

Apakah selama ini aku mencari damai dari keadaan yang mudah berubah, atau dari Tuhan yang tidak pernah berubah?

Action hari ini:

Saat kamu merasa cemas, berhenti sejenak dan perkatan Firman Tuhan dari Yesaya 26:3, “Tuhan, teguhkan hatiku kepada-Mu dan jagalah aku dengan damai sejahtera-Mu.”

 

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?