Doa yang Mendobrak Jalan Kemustahilan
Kalangan Sendiri

Doa yang Mendobrak Jalan Kemustahilan

Lori Official Writer
      6

Ayat Renungan: Yesaya 45: 2 - “Aku sendiri hendak berjalan di depanmu, meratakan gunung-gunung, menghancurkan pintu-pintu tembaga dan mematahkan palang-palang besi.”

 

Di dalam kitab Yesaya 45, kita bisa membaca bagaimana Tuhan mendeklarasikan diri-Nya sebagai satu-satunya Allah yang berkuasa dan berdaulat atas segala sesuatu. Melalui renungan pagi ini Tuhan menegaskan bagaimana Dia akan memimpin dan memberikan kita kekuatan untuk melakukan hal-hal yang mustahil.

"Aku akan berjalan di depanmu dan akan meratakan gunung-gunung; Aku akan merobohkan pintu-pintu tembaga dan mematahkan palang-palang besi.” (Yesaya 45: 2)

Ada banyak kisah Alkitab yang mencatat tentang peristiwa bagaimana Tuhan mengubah kemustahilan menjadi mukjizat. Seperti saat Dia menurunkan manna dari langit untuk bangsa Israel yang kelaparan (Keluaran 16), memancarkan air dari batu (Keluaran 17), bahkan melipatgandakan minyak dan tepung seorang janda yang sudah hampir habis (1 Raja-raja 17). Begitu juga dengan kisah mukjizat bagaimana Lazarus bangkit dari kematian (Yohanes 11).

Namun yang perlu kita pahami adalah, tidak ada satupun dari peristiwa ini terjadi tanpa melibatkan iman. Tuhan akan bersedia melakukannya dalam hidup kita jika kita terpaut kepada Dia. Tuhan bertindak ketika kita berdiri dalam doa dengan iman yang teguh. Seperti seorang Nehemia yang berdiri untuk bangsanya atau seperti Daniel yang berdoa ketika dia berada di dalam gua singa. 

Sampai hari ini, Tuhan yang sama juga akan melakukannya atas hidup kita. Dia yang akan selalu setia berjalan di depan kita, yang akan meratakan gunung dan merobohkan pintu-pintu tembaga dan mematahkan palang-palang besi. Jadi, apapun halangan dan rintangan yang sedang kita hadapi, baik atas bangsa, atas gereja, atas pekerjaan, atas keluarga bahkan atas diri kita sendiri, mari berseru kepada Tuhan di dalam doa-doa yang berkuasa mendobrak jalan kemustahilan.

 

Action Praktis:

Hari-hari ini, keadaan bangsa kita sedang tidak baik-baik saja. Banyak orang turun ke jalan menuntut keadilan dengan cara mereka sendiri, mungkin hati kita juga kecewa, sedih dan hancur. Mari bertindak seperti Nehemia meminta kuasa Tuhan bekerja melawat Indonesia. Karena hanya Tuhan yang mampu menundukkan bangsa-bangsa dan melucuti hati para pemimpin bangsa. 

Ikuti Kami