Tangan Kasih yang Terulur Bagi Sesama
Kalangan Sendiri

Tangan Kasih yang Terulur Bagi Sesama

Lori Official Writer
      96

Ayat Renungan: Yakobus 2:14-16 - “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?"

 

Sampai di akhir minggu ini, tanggapan terhadap bencana alam yang dialami saudara-saudari di beberapa wilayah - dari Aceh hingga Sumatera - masih sangat ramai berseliweran di media sosial. Saya dan Anda mungkin hanya bisa menyimak dari kejauhan dan mengungkapkan rasa simpati yang mendalam karena meninggalkan kehancuran,kehilangan dan duka.

Namun tahukah Anda, Tuhan bahkan menguji iman kita bahkan di tengah musibah. Saat kita masih menunjukkan rasa simpati, artinya kita masih memiliki kasih dan kepedulian. Tetapi itu saja tidak cukup, pagi ini kita mau melihat lebih jauh tentang respon apa yang seharusnya Tuhan mau kita tunjukkan saat orang lain tertimpa musibah. 

Ayat Firman pagi ini dari Yakobus 2:14-16 menjadi pesan penting untuk kita renungkan: “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?" 

Di tengah musibah yang menimpa saudara seiman atau sesama kita, dalam bentuk apa kita meresponinya? Ini adalah ujian iman kita! Kita harus memahami bahwa bencana alam adalah panggilan darurat bagi orang percaya untuk keluar dari zona nyaman dan mengulurkan tangan untuk membagikan kasih Kristus bagi mereka yang ditimpa kemalangan.

Jadi jika kita sudah tahu tentang musibah yang dialami saudara-saudari kita di luar sana, biarkan hati kita tergerak - bukan hanya dengan rasa simpati, tetapi juga dengan semangat untuk bertindak. Kehadiran kita, bantuan materi kita, dan doa syafaat kita adalah manifestasi nyata dari kasih Kristus yang menyembuhkan dan memulihkan. Dengan menunjukkan respons yang cepat dan tulus, kita sedang memancarkan kasih Kristus dan mempraktikkan iman kita secara otentik. Amsal 3:27 mengingatkan, “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."

Pagi ini, mari tanya Roh Kudus hal apa yang bisa Anda berikan bagi mereka yang sedang menderita karena musibah dan bencana. Anda bisa mencari tempat yang tepat untuk menyalurkannya. 

Atau jika Anda tidak tahu kemana harus berbagi, Anda bisa kontak pelayanan kemanusiaan kami Obor Berkat Indonesia dengan klik Di Sini

Selamat menjadi perpanjangan Tangan kasih Tuhan bagi sesama.

Tuhan Yesus Memberkati!

Ikuti Kami