Dia Tuhan yang Menyertai

Renungan Harian / 13 October 2026

Dia Tuhan yang Menyertai
Lori Official Writer
      85

Hakim-hakim 6: 15-16

"Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku." Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."

 

Berapa kali kita menatap masa lalu, luka lama, atau kekurangan kita, lalu berbisik pelan, "Mana mungkin Tuhan pakai orang seperti saya?"

Saat dipanggil untuk menyelamatkan bangsanya, reaksi pertama Gideon bukanlah bersyukur, melainkan menyodorkan daftar ketidaklayakannya. Ia berasal dari suku terkecil, dan di dalam keluarganya sendiri, ia yang paling muda dan tak diperhitungkan. Gideon jujur dengan keterbatasannya. Dan Tuhan mengakui realita itu.

Tapi Tuhan tidak perlu mengubah masa lalu Gideon supaya Dia bisa memakai masa depannya. Justru Tuhan meyakinkan Gideon dengan berkata: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau."

Saudara, di dalam kehidupan ini kita juga bisa seperti Gideon - memandang diri kita kecil karena latar belakang keluarga dan masa lalu kita. Kita menuntun supaya bisa menjadi pribadi yang layak baru siap menerima panggilan Tuhan. Padahal, Alkitab secara konsisten menunjukkan bahwa Tuhan tidak memakai kita karena kita kuat. Sebaliknya lewat kelemahan kita kuasa-Nya dinyatakan.

Mungkin ada bab dalam hidup Anda yang hingga hari ini masih ingin kamu tulis ulang. Masa-masa sulit yang membuat Anda bertanya-tanya kenapa Tuhan mengizinkan ini dan itu terjadi? Anda tidak perlu berpura-pura bahwa itu tidak menyakitkan, dan Anda tidak harus menyukai luka itu. Namun, Anda bisa percaya bahwa Tuhan sanggup menebus apa yang tidak pernah Anda pilih.

Jika kita bisa kembali ke masa lalu dan bertemu dengan diri kita yang sedang berada di titik terendah, kita mungkin tidak perlu memberinya daftar panjang tentang apa yang akan terjadi di depan. Kita hanya perlu memeluknya dan berbisik: "Tuhan menyertaimu. Dia selalu ada, dan tidak pernah sekalipun meninggalkanmu."

Tuhan tidak sedang mencari orang yang merasa dirinya serba mampu. Dia mencari hati yang bersedia berserah dan percaya. Jika hari ini Tuhan memanggil Anda memasuki tanggung jawab baru, peran yang menantang, atau ladang pelayanan yang terasa melebihi kapasitas Anda, ingatlah ini: "Ini bukan tentang seberapa cukup diri Anda, melainkan tentang Roh Tuhan yang menyertai Anda."

 

Pertanyaan Refleksi:

Bagian mana dari kisah hidup atau keterbatasan Anda yang selama ini Anda jadikan alasan untuk menunda atau menolak panggilan Tuhan?

 

Doa:

"Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melihatku sebagaimana dunia—atau bahkan diriku sendiri—melihat keterbatasanku. Ampuni aku jika selama ini aku fokus pada kelemahanku hingga melupakan penyertaan-Mu. Hari ini, aku menyerahkan setiap bagian dari kisah hidupku, baik yang manis maupun yang menyakitkan. Pakailah hidupku sesuai kehendak-Mu, sebab aku tahu penyertaan-Mu sudah cukup bagiku. Amin."

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?