Berani Memberi Diri untuk Kristus

Renungan Harian / 30 May 2026

Berani Memberi Diri untuk Kristus
Claudia Jessica Official Writer
      271

Filipi 2:30

“Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.”

 

Tidak semua orang yang berdampak besar selalu berdiri di panggung besar. Ada orang-orang yang pelayanannya tidak terlalu terlihat, bahkan namanya jarang disebut, tetapi kesetiaannya meninggalkan jejak yang luar biasa.

Salah satunya adalah Epafroditus.

Epafroditus bukan rasul besar seperti Paulus. Namanya juga tidak sering muncul dalam Alkitab, tapi Paulus menyebutnya sebagai saudara, teman sekerja, teman seperjuangan, utusan jemaat, dan pelayan yang menolong kebutuhannya.

Sebutan ini bukan panggilan biasa. Paulus melihat hidup Epafroditus sebagai hidup yang sungguh-sungguh dipakai untuk pekerjaan Kristus.

Epafroditus diutus oleh jemaat Filipi untuk membawa bantuan kepada Paulus yang saat itu sedang dipenjara.

Perjalanan Epafroditus bukan perjalanan yang mudah. Ia harus menempuh jarak yang jauh, menghadapi risiko perjalanan, meninggalkan kenyamanan, bahkan akhirnya jatuh sakit sampai hampir mati. Namun yang menarik, Paulus berkata bahwa semua itu terjadi “oleh karena pekerjaan Kristus.”

Artinya, pengorbanan Epafroditus bukan sekadar karena ia baik hati, tetapi karena karena ia tahu siapa yang sedang ia layani, yaitu Kristus.

Sama seperti kehidupan kita hari ini, pelayanan kita mungkin tidak seperti Epafroditus yang harus pergi jauh atau mempertaruhkan nyawa secara fisik.

Kadang pelayanan terlihat sederhana, misalnya mendoakan seseorang ketika kita sendiri lelah, hadir bagi keluarga saat hati sedang penuh, melayani di gereja meski tidak ada yang melihat, memberi waktu untuk mendengar orang lain, atau tetap melakukan yang benar meski tidak mendapat pujian.

Namun justru di sanalah hati kita diuji.

Zaman kita hidup hari ini, seringkali kita memikirkan timbal balik apa yang kita dapat jika melakukan sesuatu. Teapi, teladan Epafroditus mengingatkan kita bahwa pelayanan sejati tidak dimulai dari kenyamanan, melainkan dari kasih.

Pelayanan bukan tentang seberapa besar kita terlihat, tetapi seberapa setia kita memberi diri untuk Tuhan dan sesama.

 

Momen Refleksi:

Apakah selama ini aku hanya mau melayani ketika itu nyaman dan menguntungkan bagiku?

Action Hari Ini: 

Lakukan satu aksi nyata untuk melayani seseorang hari ini tanpa perlu dilihat orang lain, dipuji, atau mengharapkan balasan. Lakukan itu sebagai bentuk kasihmu kepada Kristus.

 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?