"Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."
Bilangan 14:9
Pernahkah Anda berada di posisi di mana hampir semua orang berpikir negatif, pesimis, bahkan takut, sementara Anda merasa Tuhan berkata sebaliknya? Di situlah Yosua dan Kaleb berdiri.
Dari dua belas pengintai yang diutus, sepuluh orang membawa laporan mayoritas dengan mengatakan bahwa negeri itu besar, musuhnya kuat, dan bangsa Israel terlalu kecil. Laporan mereka masuk akal secara logika dan penglihatan mata. Namun Yosua dan Kaleb memilih sudut pandang yang berbeda. Mereka tidak menolak fakta, tetapi mereka menempatkan janji Tuhan di atas fakta.
Perhatikan perkataan mereka pada ayat Bilangan 14:9, “TUHAN menyertai kita; janganlah takut.” Mereka tidak berbicara berdasarkan opini mayoritas, melainkan berdasarkan iman. Akibatnya, mereka menjadi minoritas, bahkan hampir dirajam oleh bangsanya sendiri. Iman sering kali membuat kita berdiri sendirian.
Saudaraku, di dunia hari ini, suara mayoritas sering terasa lebih meyakinkan. Di tempat kerja, di keluarga, di pelayanan, bahkan di gereja, kita mudah terbawa arus opini mayoritas. Namun pertanyaannya bukan tentang "Berapa banyak yang berkata demikian?" Pertanyaannya adalah "Apa yang Tuhan katakan?"
Yosua dan Kaleb mengajarkan kita bahwa ketaatan tidak selalu populer, tetapi selalu benar. Mereka memilih setia meski tidak didukung, percaya meski ditentang, dan berdiri teguh meski sendirian. Iman sejati adalah perihal mempercayai Tuhan sepenuhnya, bukan sekadar mengikuti suara terbanyak.
Refleksi Pribadi
1. Dalam keputusan apa Anda lebih mendengar suara mayoritas daripada suara Tuhan?
2. Jika iman Anda diuji hari ini, Anda akan mengikuti laporan sepuluh orang atau janji Tuhan?
Aksi Nyata
Hari ini, ambillah satu keputusan kecil untuk berdiri di pihak Tuhan, meski tidak populer. Belajar berkata, “Aku memilih percaya pada Tuhan,” bahkan ketika orang lain berkata sebaliknya.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”