Jebakan Selalu Ingin Terlihat Berhasil

Renungan Harian / 31 October 2026

Jebakan Selalu Ingin Terlihat Berhasil
Claudia Jessica Official Writer
      137

Lukas 12:15

“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

 

Pernah nggak kamu merasa minder ketika melihat teman sudah punya rumah, mobil, karier bagus, atau kehidupan yang terlihat sempurna di media sosial? Sementara kamu merasa masih berjalan di tempat. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri dan bertanya, “Apa hidupku kurang berhasil?”

Di zaman sekarang, nilai seseorang sering diukur dari apa yang terlihat. Jabatan, penghasilan, barang bermerek, jumlah pengikut media sosial, bahkan pencapaian anak bisa menjadi ukuran keberhasilan. Akibatnya, kita merasa harus terus membuktikan diri supaya dianggap berharga.

Namun, dalam Lukas 12:15, Yesus memberikan peringatan yang sangat penting. Ia berkata bahwa hidup seseorang tidak bergantung pada banyaknya harta yang dimiliki.

Yesus menyampaikan perkataan ini ketika seseorang meminta-Nya menyelesaikan persoalan warisan. Namun, Yesus justru mengingatkan tentang bahaya ketamakan. Ia kemudian menceritakan perumpamaan tentang orang kaya yang terus menimbun hasil panennya, tetapi lupa bahwa hidupnya sendiri tidak berada dalam kendalinya.

Melalui kisah ini, Yesus mengingatkan bahwa memiliki banyak hal tidak sama dengan memiliki hidup yang benar-benar berarti.

Bukan berarti memiliki kekayaan, jabatan, atau prestasi itu salah. Kita boleh bekerja keras, mengejar cita-cita, dan menikmati berkat Tuhan. Masalah muncul ketika semua itu menjadi ukuran utama untuk menilai diri sendiri.

Coba bayangkan, kalau suatu hari jabatanmu hilang, penghasilanmu berkurang, atau pencapaianmu tidak lagi diakui, apakah kamu masih bisa melihat dirimu berharga?

Di mata Tuhan, identitas kita jauh lebih besar daripada semua label yang diberikan dunia. Kita adalah manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:27). Nilai kita tidak ditentukan oleh seberapa banyak yang kita miliki atau seberapa hebat kita terlihat di hadapan manusia.

Karena itu, jangan sampai kita terlalu sibuk membangun citra diri sampai lupa membangun hubungan dengan Tuhan. Sebab keberhasilan yang terlihat mengesankan di mata manusia belum tentu membuat hati kita kaya di hadapan-Nya.

 

Mari berdoa bersama:

Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini terlalu sering mengukur nilai diriku dari harta, jabatan, dan penilaian orang lain. Tolong aku melepaskan kebiasaan membandingkan diri dan mengejar pengakuan manusia. Ajarku melihat diriku sebagaimana Engkau melihatku. Bentuk hatiku agar tidak dikuasai ketamakan, tetapi selalu bersyukur atas apa yang Engkau percayakan. Biarlah hidupku tidak hanya terlihat berhasil di mata dunia, tetapi juga berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?