Membela Pasangan, Apakah Harus Membenarkan Kesalahannya?

Marriage / 19 October 2026

Membela Pasangan, Apakah Harus Membenarkan Kesalahannya?
Sumber: ChatGPT
Aprita L Ekanaru Official Writer
90

Ketika pasangan berbuat salah, apa yang biasanya kita lakukan? Membelanya di depan orang lain, mencari alasan untuk tindakannya, atau memilih diam karena takut dianggap tidak setia?

Dalam pernikahan, keinginan membela pasangan bisa muncul karena kasih. Kita tidak ingin orang yang kita cintai dipermalukan atau mengalami kesulitan. Namun, membela pasangan bisa menjadi persoalan ketika kita mulai membenarkan kesalahannya. Lalu, bagaimana kita seharusnya bersikap?

Kisah Abigail dan suaminya, Nabal, dalam 1 Samuel 25 memberikan bahan perenungan yang dekat dengan pergumulan ini.

 

BACA JUGA: 7 Ayat Alkitab yang Bisa Menguatkan Pernikahan Anda

 

Ketika Kesalahan Suami Mengancam Seluruh Keluarga

Alkitab menggambarkan Abigail sebagai perempuan yang bijak, sedangkan Nabal memiliki kelakuan yang kasar dan jahat. Mereka hidup berkecukupan, tetapi kekayaan tidak membuat Nabal memperlakukan orang lain dengan baik.

Suatu hari, Daud mengutus orang-orangnya untuk meminta pemberian dari Nabal. Sebelumnya, orang-orang Daud telah memperlakukan para gembala Nabal dengan baik dan melindungi mereka selama berada di padang.

Namun, Nabal menanggapi permintaan itu dengan penghinaan. Mendengar jawabannya, Daud marah dan bersiap menyerang. Kini, akibat perkataan Nabal, seluruh laki-laki dalam rumah tangganya terancam dibunuh.

Situasi ini mengingatkan kita bahwa keputusan seseorang dapat berdampak pada seluruh keluarga. Kebohongan, kemarahan yang tidak terkendali, atau keputusan keuangan yang ceroboh bisa membuat pasangan dan anak-anak ikut menanggung akibatnya.

 

Abigail Bertindak Tanpa Membenarkan Kesalahan

Setelah seorang pelayan menceritakan kejadian itu, Abigail segera menyiapkan makanan dan pergi menemui Daud. Ia merendahkan diri serta memohon agar Daud tidak melakukan pembalasan.

Dalam 1 Samuel 25:24, Abigail berkata, “Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu.”

Meski demikian, Abigail tidak menyangkal perbuatan suaminya. Pada ayat berikutnya, ia justru mengakui kebebalan Nabal. Ia tidak berusaha meyakinkan Daud bahwa penghinaan tersebut pantas dilakukan.

Abigail mengupayakan keselamatan keluarganya sambil tetap mengakui kenyataan. Ia juga mengingatkan Daud agar tidak menumpahkan darah dan mencari keadilan dengan tangannya sendiri. Daud akhirnya menerima nasihatnya dan membatalkan serangan.

 

Mengasihi Pasangan dengan Jujur

Dalam pernikahan, kita juga bisa mendampingi pasangan tanpa harus menyetujui semua tindakannya. Kita dapat mendengarkan penjelasannya, tetapi tetap mengatakan bahwa kebohongan atau tindakan yang merugikan orang lain perlu dihentikan.

Misalnya, ketika pasangan melakukan korupsi di tempat kerjanya, dukungan dapat diwujudkan dengan mengajaknya mengakui perbuatannya, bertanggung jawab dan menyusun langkah pertobatan. Membuat alasan baru untuk menutupi tindakannya justru dapat memperpanjang masalah.

Kejujuran memang bisa memicu percakapan yang tidak nyaman. Namun, percakapan itu dapat menjadi awal perubahan ketika dilakukan dengan tenang, jelas, dan penuh kasih.

 

Tanggung Jawab Tetap Perlu Dihadapi

Abigail tidak menyembunyikan kejadian tersebut selamanya. Ketika Nabal sudah sadar dari mabuknya, ia memberitahukan apa yang terjadi, sebagaimana dicatat dalam 1 Samuel 25:36–37.

Namun, kisah ini bukan tuntutan agar seorang istri selalu menanggung kesalahan suaminya. Setiap pasangan tetap bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Prinsip yang sama berlaku bagi suami ketika istrinya berbuat salah.

Pernikahan membutuhkan kasih sekaligus keberanian untuk saling mengingatkan. Saat pasangan bersalah, kita dapat tetap hadir, mengasihi, dan mendampinginya menghadapi akibat perbuatannya.

Dari Abigail, kita belajar bahwa kesetiaan dapat terlihat melalui keberanian bertindak bijaksana di tengah kesalahan pasangan. Sebab, kasih dalam pernikahan juga berarti mengusahakan kebaikan pasangan dengan menolongnya berjalan dalam kebenaran.

 

BACA JUGA: Sering Salah Paham dengan Pasangan? Lukman Sardi Ungkap Pemicu Pertengkaran

 

Kalau kamu juga seorang istri yang sedang bingung harus mengambil langkah apa disaat suami sedang jatuh ke langkah yang salah seperti korupsi dan berbagai tindakan yang merugikan banyak pihak, kamu tidak sendirian. Layanan Doa Sahabat24 siap mendengarkan tanpa menghakimi, mendoakan, dan mendampingi kamu dengan penuh kasih.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?