Peristiwa bersejarah terjadi di Spanyol ketika Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo, secara langsung memimpin upacara pemberkatan dan peresmian Menara Yesus Kristus di Basilika Sagrada Familia, Barcelona, pada 10 Juni 2026. Momen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah gereja sekaligus dunia arsitektur.
Peresmian menara tertinggi ini menandai hampir rampungnya struktur utama basilika yang telah dibangun selama lebih dari satu abad. Proyek yang digagas oleh arsitek legendaris Antoni Gaudí ini kini resmi mencatatkan diri sebagai gereja tertinggi di dunia.
BACA JUGA: Berangkat dari Yohanes 1:5, Idgitaf & Hindia Hadirkan Single “Masih Ada Cahaya”
Menjadi Gereja Tertinggi di Dunia
Dengan selesainya Menara Yesus Kristus, tinggi Basilika Sagrada Familia kini mencapai 172,5 meter, menjadikannya bangunan gereja tertinggi di dunia dan bahkan melampaui gedung tertinggi di kota Barcelona.
Di puncak menara, berdiri sebuah salib raksasa setinggi 17 meter yang dirancang dengan empat lengan dan dilapisi kaca serta keramik putih. Struktur ini tidak hanya menjadi simbol iman, tetapi juga memantulkan cahaya matahari ke seluruh penjuru kota, menciptakan pemandangan yang memukau.
Penyelesaian menara ini menjadi simbol dari dedikasi panjang dan visi besar yang akhirnya terealisasi setelah lebih dari satu abad pengerjaan.
Bertepatan dengan 100 Tahun Wafat Antoni Gaudí
Peresmian Menara Yesus Kristus tidak dilakukan secara sembarangan. Tanggal 10 Juni 2026 dipilih karena bertepatan dengan 100 tahun wafatnya Antoni Gaudí, sosok di balik desain ikonik Sagrada Familia.
Sebelum memimpin Misa Kudus, Paus Leo terlebih dahulu berdoa di makam Gaudí yang berada di ruang bawah tanah basilika. Momen ini menjadi penghormatan mendalam terhadap warisan arsitektur dan spiritual yang ditinggalkan oleh Gaudí.
Acara tersebut turut dihadiri tokoh penting, termasuk keluarga kerajaan Spanyol, pejabat pemerintah, serta ratusan pemimpin gereja dari berbagai negara.
Pesan Kuat Paus Leo tentang Damai
Dalam khotbahnya yang disampaikan dalam bahasa Spanyol dan Catalan, Paus Leo menyampaikan pesan yang sangat menyentuh. Ia menegaskan bahwa Sagrada Familia bukan sekadar bangunan megah, melainkan simbol perjalanan iman yang terus berlanjut.
“Lebih dari sekadar monumen, basilika ini adalah proses yang berjalan, mengingatkan kita bahwa jalan Kristus adalah perjalanan tanpa akhir,” ujar Paus.
Ia juga menekankan pentingnya perdamaian dunia, mengingatkan bahwa ajaran Kristus tidak pernah mengajarkan kekerasan atau permusuhan antar manusia.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 4.000 undangan di dalam gereja serta 70.000 warga yang memadati jalanan Barcelona. Acara ditutup dengan pertunjukan pencahayaan spektakuler yang menerangi menara dan langit kota sebagai simbol harapan dan iman.
Penantian Panjang 144 Tahun
Pembangunan Sagrada Familia dimulai sejak tahun 1882, yang berarti telah berlangsung selama 144 tahun. Proyek ini dikenal sebagai salah satu konstruksi paling kompleks di dunia, baik dari segi desain maupun pengerjaannya.
Selama ini, pembangunan dibiayai sepenuhnya dari donasi umat dan tiket wisata, menjadikannya proyek unik tanpa pendanaan resmi pemerintah.
Meski struktur utama kini telah selesai dan diberkati, pengerjaan belum sepenuhnya berakhir. Bagian interior menara masih akan disempurnakan hingga 2028, sementara fasad utama (Glory Façade) ditargetkan rampung pada 2034.
BACA JUGA: Paus Leo XIV Rilis Ensiklik Pertama, Soroti Perlindungan Manusia di Era AI
Simbol Iman, Seni, dan Ketekunan
Peresmian Menara Yesus Kristus di Sagrada Familia menjadi simbol perpaduan antara iman, seni, dan ketekunan manusia. Proyek yang telah melintasi berbagai generasi ini menunjukkan bahwa karya besar dapat terwujud melalui kesabaran dan dedikasi panjang.
Dengan status barunya sebagai gereja tertinggi di dunia, Sagrada Familia kini tidak hanya menjadi ikon Barcelona, tetapi juga simbol global tentang bagaimana iman dapat diwujudkan dalam karya yang melampaui zaman.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”