Penderitaan yang Ditukar Dengan Kemuliaan

Renungan Harian / 9 June 2026

Penderitaan yang Ditukar Dengan Kemuliaan
Lori Official Writer
      101

Roma 8:18

"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan."

 

Saya mau mengajukan satu pertanyaan yang sebenarnya kita punya jawaban mutlaknya. Pernahkah Anda berharap setelah bangun pagi Anda akan kehilangan sesuatu? Tentu saja tidak! Tapi kadang dalam hidup kita pernah mengalami kehilangan bukan? Kita mengalaminya sekalipun tidak menginginkannya. Inilah gambaran bagaimana Tuhan mengizinkan penderitaan yang sangat kita hindari dalam hidup untuk sebuah promosi kekekalan.

Saat Paulus menulis Roma 8: 18, dia justru sedang ada di penjara - dimana dia dipukuli, bagian tubuhnya memar dan kehilangan kebebasan untuk membagikan injil. Namun ia belajar dari keadaan itu bahwa penderitaan yang paling berat sekalipun tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan Tuhan yang akan dinyatakan atas orang-orang percaya.

Mungkin kita akan bertanya: Kenapa Tuhan tidak cukup menyatakan kemuliaan-Nya saja kepada kita tanpa harus melalui proses menyakitkan? 

Di sinilah Paulus kembali menegaskan tujuan agung dari proses ini. Katanya, "Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah." (Roma 8: 20-21)

Inilah kebenaran yang begitu jujur diungkapkan Paulus. Dia tidak mencoba meyakinkan dengan kata-kata motivasi yang lebih menenangkan. Tetapi dia mengungkapkan kebenarannya - bahwa dunia ini penuh dengan kesia-siaan. Namun kehilangan, penderitaan dan kejatuhan selalu ada dalam kendali-Nya. Bahwa kita tidak perlu lari atau menghindar dari keadaan yang kita alami karena kita tahu Tuhan sedang menyatakan kemuliaan-Nya atas hidup kita.

Seperti disampaikan dalam Yesaya 61: 3, "untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya." 

Abu dalam budaya Timur Tengah kuno adalah symbol kehilangan yang paling berat. Dan justru di atas abu itulah Tuhann membuat pertukaran yang paling berharga - bukan dengan menghilangkan masa sulit dan seolah tidak pernah ada, tetapi menukarnya dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Pohon ek tidak tumbuh dari tanah yang mudah, tetapi tubuh dari tanah yang dalam, digemburkan oleh tekanan dan waktu. Dan Tuhan, kata Yesaya, menanam pohon-pohon ek itu untuk kemuliaan-Nya sendiri. Artinya, kehilangan dan kehancuran yang mungkin kita alami saat ini ataupun di zaman ini adalah tanah yang Tuhan pakai sebagai tempat untuk menanam kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan teguh.

 

Momen Refleksi:

1. Adakah area dalam hidupmu yang saat ini terasa sedang "dihancurkan"? Apakah kamu melihatnya sebagai akhir, atau berani melihatnya sebagai persiapan Tuhan untuk sesuatu yang lebih besar?

2. Apakah kamu percaya bahwa setiap penderitaan, kehilangan maupun kehancuran yang terjadi adalah bagian dari promosi menuju posisi yang lebih baik dalam rencana-Nya?

 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?