Merasa Bersalah Saat Me Time? Ini Alasan Ibu Harus Prioritaskan Diri Sendiri

Parenting / 29 May 2026

Merasa Bersalah Saat Me Time? Ini Alasan Ibu Harus Prioritaskan Diri Sendiri
Sumber: Canva.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
1671

Masih banyak ibu yang merasa bersalah saat mengambil waktu untuk diri sendiri. Me time sering dianggap sebagai bentuk keegoisan, seolah-olah seluruh waktu dan energi ibu harus dicurahkan sepenuhnya untuk anak dan keluarga. Padahal, dalam perspektif parenting modern, pemikiran ini sudah mulai ditinggalkan. Self-care justru menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat secara emosional.

Para ahli psikologi sepakat bahwa ibu yang bahagia dan tenang akan lebih mudah membesarkan anak dengan regulasi emosi yang baik. Artinya, kondisi mental ibu bukan hanya memengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga berdampak langsung pada perkembangan anak.

 

BACA JUGA: Lelah Menjadi Ibu Sempurna? Gentle Parenting Justru Bikin Burnout?

 

Self-Care Ibu Adalah Kebutuhan, Bukan Keegoisan

Menjalani peran sebagai ibu bukanlah hal yang mudah. Tuntutan fisik, mental, dan emosional sering kali membuat ibu kelelahan tanpa disadari. Ketika “gelas emosi” ibu kosong, maka akan sulit bagi ibu untuk bersikap sabar, apalagi menerapkan pola asuh seperti gentle parenting.

Di sinilah pentingnya self-care. Memberi waktu untuk diri sendiri, meskipun sederhana akan membantu ibu memulihkan energi. Bahkan dalam Alkitab, kita diingatkan bahwa setiap orang membutuhkan waktu untuk beristirahat:

“Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” (Markus 6:31)

Ayat ini menunjukkan bahwa beristirahat bukanlah hal yang salah, melainkan kebutuhan yang wajar dan penting, bahkan dalam kehidupan yang penuh tanggung jawab.

 

Kondisi Emosi Ibu Mempengaruhi Anak

Anak adalah peniru yang hebat. Mereka belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari. Ketika ibu dalam kondisi stres atau mudah marah, anak akan menangkap emosi tersebut. Sebaliknya, saat ibu tenang dan bahagia, anak merasa lebih aman dan nyaman.

Untuk dapat membimbing anak dengan penuh kasih, ibu perlu memiliki kondisi emosional yang stabil. Dan hal itu dimulai dari merawat diri sendiri.

 

Belajar Menetapkan Batasan

Self-care tidak hanya soal istirahat, tetapi juga tentang menetapkan batasan (boundaries). Ibu tidak harus selalu tersedia setiap saat tanpa jeda. Mengatur waktu untuk diri sendiri adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Bahkan, Alkitab menekankan pentingnya menjaga hati dan diri:

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)

Dengan menjaga hati dan kesehatan emosional, ibu dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga.

 

Berani Berbagi Tanggung Jawab

Tidak ada ibu yang harus menjalani semuanya sendirian. Pengasuhan adalah tanggung jawab bersama. Mendelegasikan tugas kepada pasangan atau keluarga bukan berarti gagal, melainkan bentuk kerja sama yang sehat.

Dengan berbagi peran, ibu memiliki ruang untuk beristirahat dan mengisi ulang energi. Ini justru membuat kualitas pengasuhan menjadi lebih baik.

 

Turunkan Standar, Jaga Kewarasan

Sering kali, tekanan terbesar datang dari standar yang terlalu tinggi, baik dari lingkungan maupun media sosial. Padahal, tidak ada keluarga yang benar-benar sempurna.

Alkitab mengingatkan kita untuk tidak hidup dalam kekhawatiran berlebihan:

“Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga…” (Filipi 4:6)

Artinya, ibu tidak perlu memaksakan kesempurnaan yang justru membuat stres. Lebih baik fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

 

BACA JUGA: Ini yang Perlu Orang Lakukan Untuk Mendidik Anak Supaya Tumbuh dengan Karakter Kristus

 

Bijak Mengonsumsi Konten Parenting

Di era digital, banyak ibu mulai lebih selektif dalam memilih konten parenting. Jika sebuah akun membuat merasa tidak cukup baik, cemas, atau tertekan, tidak ada salahnya untuk berhenti mengikutinya.

Menjaga pikiran tetap positif adalah bagian dari self-care. Lingkungan digital yang sehat juga membantu menjaga kesehatan mental ibu.

Merasa bersalah saat me time adalah hal yang wajar, tetapi penting untuk diingat bahwa self-care bukanlah keegoisan. Justru dengan merawat diri sendiri, ibu dapat hadir lebih utuh bagi anak, baik secara fisik, mental, dan emosional. Ibu yang bahagia akan membesarkan anak yang lebih tenang dan kuat secara emosional. Jadi, tidak perlu ragu untuk mengambil waktu sejenak bagi diri sendiri. Karena dengan merawat diri, ibu juga sedang merawat keluarga.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?