Tuhan yang Lebih Dulu Memilih

Renungan Harian / 6 May 2026

Tuhan yang Lebih Dulu Memilih
Lori Official Writer
      28

Efesus 1:4

"Sebagaimana Ia telah memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercela di hadapan-Nya."

 

Bagi sebagian dari kita, mungkin pernah punya pengalaman refleksi pribadi yang mendalam. Mungkin waktu kita duduk sendiri di teras rumah, atau sesaat sebelum kita tertidur kita mulai merenungkan perjalanan hidup kita. 

Waktu kita lihat ke belakang, kita teringat siapa kita di masa lalu dengan segala latar belakang kehidupan kita yang kelam, penuh dosa dan sangat buruk. Mungkin dulunya seorang preman yang disegani atau seorang yang sangat keras dan selalu buat kegaduhan dimana-mana, tetapi sekarang kok beda? Kita mulai bilang ke diri sendiri: "Kok bisa ya aku seperti ini? Siapa sangka Tuhan justru menemuiku untuk mengubah seluruh arah hidupku seperti sekarang ini." Kita tahu bahwa hidup kita yang saat ini adalah karya Tuhan.

Inilah yang Alkitab sampaikan bahwa Tuhan sudah "sibuk" memikirkan kita bahkan sebelum dunia diciptakan. Sebelum langit dan bumi ada, sebelum ada satu pun manusia yang berdiri di atas bumi ini, Dia sudah memilih kita di dalam Kristus untuk menjalin hubungan yang intim dengan-Nya (Efesus 1:3-4). 

Petrus pun menegaskan hal yang sama — kita "dipilih menurut pengetahuan Allah Bapa sebelumnya" (1 Petrus 1:1-2). Artinya, Allahlah yang pertama kali memikirkan kita. Bukan kita yang lebih dulu mencari-Nya.

Pemilihan Tuhan atas hidup kita bukan sekadar konsep teologis yang rumit. Ini adalah cerminan kasih dan anugerah-Nya yang paling mendalam. Sama seperti hikmat-Nya yang telah ditetapkan sejak awal masa (Amsal 8:22-23), dan Yesus yang telah dikasihi Bapa sebelum dunia ada (Yohanes 17:24), kita pun sudah ada dalam pikiran dan rencana-Nya sejak kekekalan. Tuhan tidak pernah terkejut dengan perjalanan hidup kita. Justru Dia tahu semuanya, dan Dia tetap memilih kita.

Dan kasih-Nya tidak berhenti di masa lalu. 

Yesaya 46:4 berkata, "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu." 

Jadi, Tuhan yang memilih kita adalah Tuhan yang sama yang memelihara kita hingga hari ini. Dia akan setia melakukannya sampai akhir masa hidup kita.

 

Momen Refleksi:

Ingatlah satu bagian hidup Anda yang sudah Tuhan ubahkan. Mari mengucap syukur untuk hal itu dan taruhlah iman percaya Anda di dalam Dia dan ambil komitmen untuk hidup taat sesuai dengan kehendak-Nya. 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?