Ex Ketua Umum PGLII (Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia), Pdt. DR. Nus Reimas meninggal dunia pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 00.30 WIB dalam usia 74 tahun.
Kepergian beliau meninggalkan duka bagi keluarga, rekan pelayanan, dan komunitas Injili yang mengenal sosoknya sebagai pemimpin yang rendah hati dan penuh dedikasi.
Nama Pdt. DR. Nus Reimas dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pelayanan Injili di Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum PGLII periode 2006–2015. Beliau juga melayani sebagai Pembina Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) periode 2013–2029.
Lahir pada 28 November 1951, Pdt. DR. Nus Reimas mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan gereja dan pembinaan umat. Sebelum dipercaya menjadi Ketua Umum PGLII, beliau juga pernah melayani sebagai Sekretaris Umum PGLII selama dua periode. Sosoknya dikenal sederhana, visioner, dan memiliki hati untuk membangun persatuan di tengah tubuh Kristus.
Jenazah disemayamkan di Rumah Duka St. Carolus, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan pada Senin, 4 Mei 2026 di TPU Menteng Pulo.
Ibadah penghiburan yang dilakukan pada Sabtu (02/05) dipimpin oleh Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. Dalam renungannya, ia menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok “bapa rohani” yang telah meletakkan dasar pelayanan bagi banyak orang.
Dengan mengutip 1 Korintus 4:15, Pdt. Tommy menekankan pentingnya peran seorang bapa rohani dalam membangun generasi pelayanan berikutnya.
“Ia bukan sekedar pemimpin, tetapi seorang yang memulai dasar dan meletakkan fondasi bagi banyak orang dalam pelayanan,” ujar Pdt. Tommy.
Sejumlah tokoh lintas gereja turut hadir dalam ibadah tersebut. Salah satunya adalah Pdt. Gomar Gultom, M.Th., yang saat ini melayani di Majelis Pertimbangan PGI. Dalam kesaksiannya, ia mengenang Pdt. DR. Nus Reimas sebagai pribadi yang mampu melayani melampaui batas organisasi dan denominasi.
“Pdt. Nus Reimas adalah sosok yang tidak terikat sekat. Ia melayani melampaui batas-batas institusi,” ungkapnya.
Selama hidupnya, Pdt. DR. Nus Reimas dikenal sebagai pemimpin yang setia melayani dan memberi teladan bagi banyak orang. Warisan iman, keteladanan, dan benih pelayanan yang telah ia tanam akan terus hidup dan menjadi berkat bagi generasi berikutnya.
Sumber : Berbagai SumberIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”