Postingan Maria Shandi, seorang penyanyi rohani membahas tentang “Red Flags di lagu rohani” sempat ramai dan memicu pro dan kontra. Banyak yang merasa topik ini benar, tapi tidak sedikit juga yang tidak setuju dengan unggahan Maria Shandi.
Salah satu komentar yang mendukung menuliskan, “Kita harus mampu mencerna lirik di setiap lagu. Ada lagu yang hanya memuaskan sisi emosi saja. Itu tidak salah, tapi kita jadi tahu lagu itu cocok dipakai di momen apa.”
Di sisi lain, ada juga yang kurang setuju, “Menurutku sah-sah saja bikin lagu tentang perasaan ke Tuhan. Kita kan manusia, kadang lemah dan perlu jujur. Yang penting mungkin dibedakan, mana untuk ibadah dan mana untuk doa pribadi.”
Lalu, sebenarnya ada gak sih lagu-lagu rohani yang ga sesuai Firman Tuhan atau red flag? Supaya lebih jelas, berikut beberapa poin yang bisa membantu kita memahami isu ini.
BACA JUGA: Lirik Lagu Sekali Yesus, Selamanya Yesus Oleh Franky Kuncoro
1. Tidak Semua Lagu Rohani Otomatis Sesuai Firman
Pendapat Maria Shandi menyoroti bahwa lagu rohani yang menyebut nama Yesus belum tentu menyampaikan kebenaran tentang Tuhan.
Ini jadi pengingat bahwa lagu rohani bukan sekadar enak didengar, tapi juga membentuk cara kita memahami Tuhan. Kalau liriknya kurang tepat, tentu bisa memengaruhi iman pendengarnya.
2. Terlalu Fokus ke Diri Sendiri, Bukan Tuhan
Menurut Maria Shandi, salah satu ciri lagu rohani red flag adalah ketika liriknya terlalu berpusat pada diri sendiri. Misalnya, terlalu fokus membahas luka, kesedihan, atau pergumulan tanpa mengarahkan kembali kepada Tuhan.
Padahal, lagu rohani seharusnya menolong kita melihat siapa Tuhan kasih-Nya, kuasa-Nya, dan kebesaran-Nya. Tapi di sisi lain, kita juga tidak bisa langsung menilai lagu yang mencurahkan perasaan otomatis masuk kategori red flag. Bahkan Kitab Mazmur berisikan pujian, syair, puisi, lagu, yang seringkali sifatnya personal.
Namun, Mazmur tidak berhenti pada ungkapan perasaan saja. Kitab Mazmur selalu berakhir dengan kebesaran Tuhan. Jadi, bukan soal ada atau tidaknya emosi, tapi ke mana arah akhirnya lagu tersebut, apakah memuliakan nama Tuhan atau tidak.
BACA JUGA: Mengapa Lagu Rohani Berbeda dari Lagu Dunia? Penjelasan Jonathan Prawira
3. Membuat Iman Seolah-olah Seperti Rumus
Poin selanjutnya yang disoroti Maria Shandi adalah ketika lagu memberi kesan bahwa iman itu seperti formula. Misalnya, kalau kita percaya, berdoa, atau menyanyi, maka semua pasti terjadi sesuai keinginan kita.
Padahal iman seharusnya tidak mengatur Tuhan, tapi percaya pada kedaulatan-Nya. Tuhan setia bukan karena kita melakukan sesuatu dengan benar, tapi karena Tuhan adalah kasih itu sendiri. Lagu rohani seharusnya menegaskan hal ini, bukan menyederhanakannya menjadi “rumus”.
4. Pengalaman Pribadi Dijadikan Standar
Maria Shandi menuliskan, “Kesaksian itu bagus dan jadi bagian penting dari iman bagi orang percaya. Tetapi, pengalaman seseorang tidak bisa menjadi standar bagi semua orang.”
Tuhan bekerja dengan cara yang berbeda dalam setiap kehidupan. Kalau sebuah lagu terlalu menggeneralisasi pengalaman, ini bisa membuat orang merasa harus mengalami hal yang sama.
Padahal, yang menjadi dasar iman tetaplah Firman Tuhan, bukan pengalaman pribadi.
BACA JUGA: Lirik Lagu Rohani Walaupun Gunung Itu Tak Berpindah, Jadi Penguat Saat Hadapi Pergumulan
Lewat postingan ini, Maria Shandi mengajarkan kita untuk lebih “PEKA” supaya tidak salah dalam memuji Tuhan. Pembahasan tentang lagu rohani red flag ini tentu bukan untuk menghakimi penulis lagu, penyanyi, atau gereja tertentu. Justru ini menjadi ajakan agar kita lebih dewasa dalam menyanyikan, memilih, dan memahami lirik lagu rohani.
Ketika menyanyikan lagu rohani, kita perlu bertanya: Apakah lagu ini sesuai Firman Tuhan? Apakah lagu ini meninggikan Kristus? Apakah lagu ini membangun iman? Apakah lagu ini membuat jemaat mengenal Tuhan dengan benar?
Bahkan, sikap hati kita juga penting. Lagu yang sudah berpusat pada Tuhan sekalipun bisa dinyanyikan dengan motivasi yang salah.
Jadi, sebenarnya ada gak sih lagu-lagu rohani yang ga sesuai Firman Tuhan atau red flag? Ada kemungkinan.
Karena itu, gereja, pemimpin pujian, musisi rohani, dan jemaat perlu sama-sama belajar peka. Bukan untuk menghakimi sebuah lagu, tetapi supaya pujian kita sungguh membawa orang semakin dekat kepada Tuhan.
Kalau kamu mau diskusi lebih lanjut tentang topik lagu rohani yang mungkin terasa seperti red flag, kamu bisa tanya ke Layanan Doa CBN. Tim konselor sangat terbuka dengan pertanyaan-pertanyaan kamu. WhatsApp kami di 0822-1500-2424 atau klik tombol di bawah:
Sumber : Berbagai Sumber
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”