“Kenapa sih Yesus harus mati konyol di salib? Dia kan Tuhan. Harusnya menang, bukan malah disiksa.”
Pertanyaan ini mungkin terdengar provokatif, tapi nyatanya itulah yang sering dipertanyakan banyak orang, terutama di kalangan yang belum beriman kepada Yesus Kristus.
Untuk mengupas hal ini, Superyouth mengundang tiga orang narasumber membicarakan hal ini lebih lanjut. Mereka adalah Elia Myron, Kevin Lordianto, Parlindungan Simatupang.
BACA JUGA: Kalau Tuhan Itu Kasih, Kenapa Yesus Harus Mati di Kayu Salib Dengan Tragis?
Menurut mereka, banyak orang melihat salib hanya dari permukaannya, seperti penderitaan, kekalahan, dan kematian. Tapi, Elia Myron dengan yakin mengatakan, “Tapi orang yang bilang Yesus mati konyol itu karena tidak mengerti maknanya.”
Ia menjelaskan bahwa kematian Yesus bukan kecelakaan atau kelemahan. Katanya, “Yesus tidak dipaksa mati. Dia menyerahkan nyawa-Nya. Itu keputusan, bukan kekalahan.”
Dalam iman Kristen, kematian Yesus justru adalah inti dari keselamatan. Manusia, yang telah jatuh dalam dosa, seharusnya menanggung akibatnya sendiri. Sebab upah dosa adalah maut. (Roma 6:23)
BACA JUGA: Salib Bukan Tanda Kekalahan, Justru Kemenangan Sejati
“Upah dosa itu maut. Harusnya kita yang ada di salib itu,” kata Kevin, yang sambil membagikan pengalaman pribadinya.
“Tapi ketika aku benar-benar sadar ‘Tuhan mati buat aku’, itu baru terasa nyata,” lanjutnya.
Lalu, kenapa harus lewat salib?
Galatia 3:13 menyebutkan, “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib.”
“Tapi kenapa Yesus mati di kayu salib? Kristus sengaja mengambil posisi itu. Dia menanggung kutuk yang seharusnya ada pada kita,” jelas Elia.
Bahkan, jauh sebelum peristiwa itu terjadi, kematian Yesus sudah dinubuatkan.
“Seribu tahun sebelum Yesus lahir, sudah ada gambaran tentang Dia disalib. Itu bukan kebetulan,” lanjutnya.
“Hanya Yesus dalam sejarah yang bangkit dari kematian dan disaksikan banyak orang,” tegas Elia.
BACA JUGA: Ayat Alkitab yang Menubuatkan Yesus Akan Disalibkan, Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu
Elia membeberkan bahwa semua tokoh besar ditelan kematian, tetapi hanya Yesus yang mengalahkan kematian. Inilah perbedaan iman orang percaya.
Yesus sendiri berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.” (Yohanes 11:25)
Bagi dunia, salib mungkin terlihat seperti kebodohan. Tapi bagi orang percaya, itu adalah kekuatan Allah.
Jika kamu mau menyaksikan podcast ini selengkapnya, saksikan di YouTube Channel Superyouth atau video di bawah ini:
BACA JUGA: Pengorbanan Yesus Cukup Sekali dan Perlu Kita Hargai
Sumber : YouTube SuperyouthIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”