Sebuah organisasi misi Kristen asal Amerika Serikat, GFA World, tengah mempersiapkan peluncuran rumah sakit spesialis berkapasitas 300 tempat tidur di Rwanda yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni mendatang.
Proyek ini akan menjadi pusat utama layanan kesehatan yang mengintegrasikan pelayanan medis dan rohani, sekaligus pelatihan tenaga medis di Afrika.
Rumah sakit ini tidak hanya akan memberikan pelayanan medis, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelatihan bagi dokter, perawat, dan peneliti dari berbagai negara di Afrika.
BACA JUGA: Meriahnya Pekan Suci Paskah, Ratusan Seniman Ukir Kisah Yesus di Tengah Gurun Bolivia
Dengan fasilitas layanan khusus seperti kardiologi, neurologi, dan perawatan intensif, GFA World menargetkan dapat melayani lebih dari 500.000 pasien dalam dua tahun pertama operasionalnya.
Presiden GFA World, Bishop Daniel, menyatakan bahwa proyek ini diharapkan menjadi katalis perubahan, menghadirkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sekaligus menunjukkan kasih Kristus kepada masyarakat.
Rumah sakit ini juga dirancang sebagai bagian dari visi besar organisasi untuk menghadirkan “pelayanan kesehatan yang berpusat pada Kristus” di seluruh benua Afrika.
Selain fasilitas medis, proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang selama 10 tahun. GFA World menargetkan pelatihan 10.000 misionaris Afrika serta menjangkau hingga 100.000 komunitas melalui program kesehatan seperti klinik dan pelayanan keliling.
Ada juga inisiatif penyediaan air bersih melalui program seperti Jesus Wells yang menjadi fokus untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
BACA JUGA: Bangunan Sekolah Sementara Hampir Rampung, Tapi Tak Semua Anak Bisa Merasakannya
Rwanda dipilih sebagai titik awal ekspansi karena dinilai strategis sebagai pusat pengembangan layanan kesehatan yang mengintegrasikan pelayanan medis dan rohani di Afrika.
Selain rumah sakit, proyek ini juga mencakup pembangunan universitas kedokteran dan pusat riset lanjutan yang akan berfokus pada bidang seperti onkologi dan transplantasi.
Proyek ini berawal dari undangan para pemimpin gereja di Rwanda pada tahun 2019, yang membuka peluang bagi GFA World untuk melayani di negara tersebut.
Model rumah sakit ini sendiri terinspirasi dari fasilitas serupa di Asia yang telah beroperasi lebih dari satu dekade.
Langkah ini hadir di tengah tantangan besar sektor kesehatan di Afrika, termasuk kekurangan tenaga medis dan terbatasnya akses layanan kesehatan.
Data menunjukkan bahwa benua ini berpotensi mengalami kekurangan lebih dari 6 juta tenaga kesehatan pada tahun 2030.
BACA JUGA: Program Air Bersih Tim Kemanusiaan CBN Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Hilihoya Nias
Kondisi tersebut membuka ruang bagi organisasi yang berpusat pada nilai Kristus untuk berperan lebih besar dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui pendekatan yang menggabungkan pelayanan medis dan pembangunan komunitas, GFA World berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan pembangunan yang hampir rampung, rumah sakit ini diharapkan menjadi langkah awal dari ekspansi lebih luas dalam meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus membawa transformasi spiritual di Afrika.
Sumber : christiandaily
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”