Ketika Seorang Ibu Berani Berbicara Tentang Seksualitas kepada Anaknya
Sumber: Canva.com | Jawaban.com

Impact Story / 2 April 2026

Kalangan Sendiri

Ketika Seorang Ibu Berani Berbicara Tentang Seksualitas kepada Anaknya

Lori Official Writer
348

Sebagian orangtua mungkin mulai merasa gugup ketika anak-anaknya sudah beranjak remaja dan ini menjadi babak baru bagaimana orangtua harus memastikan anak berada di dalam pergaulan yang benar. Namun sebagian orangtua lainnya justru tak pernah terpikir bahwa pelajaran seksualitas adalah sesuatu yang sangat penting.

Ibu Krisnawati Natalia adalah salah satunya. Wanita berusia 40 tahun asal Lampung ini adalah seorang ibu yang mengira bahwa topik seksualitas belum perlu dibicarakan kepada anak perempuannya yang kini beranjak 15 tahun. Ia beranggapan bahwa seiring bertambahnya usia, anak akan mengerti sendiri — tanpa perlu dibimbing, tanpa perlu didampingi.

Namun sebuah kekhawatiran diam-diam tumbuh di dalam hatinya: jika ia tidak berbicara terlebih dahulu, siapa yang akan mengajari anaknya?

 

Bertemu The Parenting Project di GBI Taman Sari

Melalui The Parenting Project (TPP), ia dan suaminya tergerak untuk ikut bersama orangtua lainnya dari jemaat GBI Taman Sari Pesawaran, Bandar Lampung dan mendapatkan pemahaman yang benar-benar mengubah cara pandang mereka.

Lewat Modul 6 berjudul, “Seksualitas Sehat dalam Keluarga”, keduanya diajak untuk merenungkan kembali tanggung jawab mereka sebagai orangtua yang beriman.

“Saya pikir seksual itu kurang pas untuk anak-anak. Nanti seiring dia semakin dewasa, mungkin dia akan mengerti sendiri,” ungkap Ibu Krisnawati.

 

Baca Juga: Takut Anak Menjauh saat Terapkan Pola Disiplin, Yosanti Akhirnya Menemukan Cara yang Tepat

 

Keyakinan itu berubah drastis, setelah belajar parenting. Ia disadarkan bahwa pendidikan seksualitas bukan semata soal pengetahuan biologi — tetapi tentang nilai-nilai iman, kekudusan, dan tanggung jawab rohani orangtua di hadapan Tuhan. Orangtua tidak seharusnya menunggu anak bertanya lebih dulu untuk mengajarkan topik ini. Sebaliknya, berinisiatif untuk mengajarkannya justru sejak usia dini. 

Di usia anak perempuannya yang telah beranjak remaja, ibu Krisnawati dengan jujur mengaku kuatir. Karena di lingkungan sekolah anaknya, pergaulan bebas sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Teman-teman sekelas yang berusia 15 tahun sudah berpacaran — bahkan ada yang berpegangan tangan dan berpelukan di depan umum tanpa malu. Ibu Krisnawati sadar bahwa jika bukan ia yang berbicara kepada anaknya, maka dunia di luar yang akan mendidiknya.

“Saya pikir di usia 15 itu, kawan-kawan akan mengajarkan hal-hal yang mungkin menyimpang tentang seks. Ternyata memang harus diajarkan," tandasnya.

 

Baca Juga: Bukan Memarahi Tetapi Mengisi Tangki Emosi Anak, Pelajaran Parenting yang Mengubah Septi

 

Sehingga melalui pemahaman baru yang ia dapatkan dari The Parenting Poject, mereka mulai membangun komitmen baru untuk mengajarkan tentang seksualitas yang benar melalui cara pandang Tuhan. Mereka terus memberikan arahan dan pengawasan yang penuh kasih kepada anak mereka, baik dari segi pemahaman, cara berpenampilan, cara memilih lingkaran pergaulan serta melindungi diri. 

“Saya harus belajar terus untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab untuk menjaga dan mendidik anak menurut standar Firman Tuhan. Memberikan informasi kepada anak tentang seks yang semestinya sesuai kebutuhan anak. Lalu memberikan nilai-nilai positif tentang pergaulan, cara berpenampilan, menjaga jarak terhadap lawan jenis,” tegasnya.

Puji Tuhan! Ibu Krisnawati telah melihat buah dari didikan ini atas anak mereka. Bukan saja tumbuh menjadi anak yang berbeda di lingkungan sekolahnya, tetapi juga menjadi anak yang berani melaporkan teman lain yang melanggar batas pergaulan di sekolah. Dan ia bisa bernafas lega karena bisa menyaksikan anak-anaknya menjaga kehidupannya dengan benar sesuai kebenaran Firman Tuhan.

Seperti ibu Krisnawati, ada ribuan keluarga Kristen yang bergumul dengan pertanyaan yang sama: "Bagaimana mendidik anak di tengah derasnya arus dunia?"

The Parenting Project CBN Indonesia hadir dengan modul-modul berbasis Firman Tuhan yang membekali orangtua untuk menjadi penuntun bagi anak-anak mereka. Setiap keluarga yang tersentuh adalah jiwa yang diselamatkan.

Mari terus dukung pemuridan orangtua The Parenting Project dan jadilah bagian dari transformasi jutaan keluarga di tanah air.

Donasi Sekarang

 

Halaman :
1

Ikuti Kami