Fenomena El Nino Godzilla diperkirakan kembali terbentuk di Samudra Pasifik pada Agustus mendatang. Para peneliti memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia, terutama di Asia dan Amerika.
Laporan dari IFL Science (media sains populer) menyebutkan bahwa European Center for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF) memprediksi adanya peningkatan suhu permukaan laut yang cukup signifikan di wilayah tropis Samudra Pasifik dalam enam bulan ke depan. Kenaikan suhu ini terjadi di perairan timur Indonesia dan menjadi indikator awal terbentuknya fenomena El Nino.
Peluang Terjadinya El Nino Super
Berdasarkan model iklim terbaru, peluang kemunculan El Nino dengan berbagai tingkat kekuatan cukup tinggi. Para peneliti memperkirakan ada 22% kemungkinan El Nino super, 80% peluang El Nino kuat (strong), serta 98% potensi El Nino moderat.
El Nino dengan kekuatan sangat tinggi inilah yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla. Fenomena serupa terakhir kali terjadi pada periode 2015–2016, saat suhu laut di wilayah timur Samudra Pasifik meningkat secara ekstrem.
Apa Itu El Nino Godzilla?
El Nino sendiri merupakan fase hangat dari sistem iklim yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation (ENSO). Sistem ini melibatkan perubahan suhu laut dan tekanan udara di kawasan Pasifik bagian timur.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi pola cuaca di seluruh dunia. Dampaknya bisa berupa perubahan pola hujan, kekeringan, meningkatnya badai tropis, hingga gelombang panas yang lebih intens.
Saat fase El Nino berlangsung, wilayah selatan Bumi biasanya mengalami curah hujan tinggi, sementara bagian utara cenderung lebih kering. Selain itu, suhu rata-rata global juga cenderung meningkat.
Meski berbagai model iklim menunjukkan sinyal kuat, badan meteorologi global seperti NOAA (National Oceanic and Atospheric Administration atau Administrasi Nasional Kelautan dan Atmosfer), serta WMO (World Meteorological Organization atau Organisasi Meteorologi Dunia) belum mengumumkan secara resmi terbentuknya El Nino skala besar.
"Komunitas WMO masih terus memantau dengan hati-hati kondisi dalam beberapa bulan ke depan untuk memberikan informasi kepada para pengambil keputusan. El Nino yang terakhir kali terjadi, pada 2023-2024, adalah salah satu dari lima yang paling kuat yang pernah tercatat," kata Celeste Saulo, the Sekjen WMO sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.
Adanya potensi perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini, sebaiknya kita menjaga kesehatan tubuh, rutin mengikuti informasi dan pembaruan cuaca dari sumber resmi, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com