Sikap apa yang harus dilakukan kalau dibully sering jadi pertanyaan dari orang-orang yang pernah atau sedang mengalami bullying. Bullying ga cuma soal diejek dan dihajar. Bullying bisa meninggalkan luka batin yang dalam. Tidak sedikit korban bully yang akhirnya merasa rendah diri, marah, bahkan menyimpan kepahitan berkepanjangan.
Perilaku bullying seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Lingkungan sekolah, tempat kerja, bahkan media sosial menjadi ruang yang rawan terjadinya bullying. Karena itu, penting untuk memahami sikap yang harus dilakukan kalau dibully agar kita tidak terus terjebak sebagai korban bully.
BACA JUGA: 5 Cara Menghargai Orang Lain yang Perlu Diajarkan Kepada Anak Untuk Mencegah Bullying
Salah satu sikap awal yang perlu dimiliki adalah menyadari bahwa bullying bukan kesalahan korban. Banyak korban bully merasa pantas diperlakukan buruk, padahal anggapan itu keliru. Membiarkan diri terus direndahkan justru memperkuat posisi pelaku. Karena itu, penting untuk mulai berani berdiri bagi diri sendiri.
Sikap yang harus dilakukan kalau dibully juga berkaitan erat dengan kepercayaan diri. Ketika seseorang terlihat ragu, takut, dan tidak membela diri, pelaku bullying sering merasa memiliki kuasa. Maka dari itu, membangun kepercayaan diri adalah langkah penting agar tidak terus menjadi target bullying.
Dalam podcast Superyouth, Ps. Andrew Gunawan membagikan pandangannya tentang hal ini. Ia mengatakan, “Ketika kamu dibully, kamu harus bisa berdiri untuk dirimu sendiri. Kamu harus bisa membela dirimu sendiri.”
BACA JUGA: 4 Dampak Jangka Panjang Mengerikan Bullying Terhadap Anak, Papa Mama Harus Bertindak!
Menurutnya, berdiri bagi diri sendiri bukan berarti membalas dengan kekerasan, melainkan menunjukkan bahwa kita tidak setuju diperlakukan semena-mena.
Ps. Andrew juga menjelaskan bahwa salah satu alasan seseorang mudah dibully adalah karena kepercayaan diri yang lemah dan tidak melindungi diri sendiri.
“Yang nomor satu, supaya kamu tidak menyimpan kepahitan dan tidak menjadi target bullying, adalah membangun kepercayaan diri dan melindungi diri sendiri,” ujarnya.
Namun, bagaimana jika seseorang sudah terlanjur menjadi korban bully dan menyimpan rasa marah serta benci? Ps. Andrew dengan tegas mengatakan bahwa kepahitan tidak membawa manfaat.
BACA JUGA: Hadapi Bullying di Sekolah dengan Cara yang Tuhan Ajarkan
“Marah, kecewa, dan kepahitan hanya akan membuat dirimu stres, sakit, dan cepat tua. Jadi untuk apa?” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengampuni. Mengampuni bukan berarti membenarkan tindakan bullying, tetapi melepaskan diri dari beban emosi yang merusak. “Kalau kamu ikhlas, kamu akan hidup jauh lebih bahagia,” ungkapnya.
Jadi, sikap yang harus dilakukan kalau kamu dibully adalah berani berdiri bagi diri sendiri, membangun kepercayaan diri, tidak membalas dengan kekerasan, dan belajar mengampuni agar tidak terikat kepahitan.
BACA JUGA: Belajar Memaafkan Seperti Daud, Begini Cara Tuhan Mengubah Hati Alvaro
Buat kamu yang pernah dibully, ingat bahwa kamu tidak bersalah. Kalau kamu mau didoakan, kamu bisa menghubungi Layanan Doa CBN di 0822-1500-2424.
Kamu tidak sendirian! Kamu berharga, dan hidupmu jauh lebih berarti daripada perlakuan buruk yang pernah kamu terima.
Video Ps. Andrew Gunawan Soal Sikap yang Harus Kamu Lakukan Kalau Jadi Korban Bullying:
Sumber : Superyouth