Belajar dari "Broken Strings" Cara Orang Tua Melindungi Anak dari Child Grooming

Parenting / 15 January 2026

Belajar dari
Sumber: Instagram
Aprita L Ekanaru Official Writer
4191

Kasus kekerasan dan manipulasi terhadap anak sering kali terjadi secara diam-diam, bahkan di lingkungan yang tampak aman. Hal inilah yang diangkat secara jujur dan menyentuh dalam buku memoar Broken Strings karya aktris Indonesia Aurelie Moeremans.

Buku ini menjadi viral pada Januari 2026 karena keberanian Aurelie membuka pengalaman kelamnya saat berusia 15 tahun, ketika ia menjadi korban child grooming oleh seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby. Kisah ini bukan hanya pengakuan personal, tetapi juga peringatan penting bagi para orang tua tentang ancaman nyata yang bisa terjadi pada remaja.

Tidak seperti kebanyakan buku memoar selebritas, Broken Strings tidak dijual secara komersial. Aurelie justru membagikannya gratis dalam bentuk PDF berbahasa Indonesia dan Inggris melalui media sosialnya. Tujuannya sangat jelas dan mulia:

  • Memberikan edukasi kepada remaja putri agar mengenali tanda hubungan manipulatif
  • Mendorong para penyintas untuk berani berbicara dan memulai proses pemulihan

Dalam 220 halaman, Aurelie menggambarkan luka batin, rasa bersalah, hingga proses panjang memaafkan diri sendiri. Yang paling ditekankan adalah satu hal penting: dukungan keluarga menjadi kunci utama kebangkitannya.

 

Pelajaran Parenting dari Kisah Aurelie Moeremans

Bagi orang tua, kisah ini memberikan refleksi mendalam. Child grooming sering kali tidak disadari karena pelaku membangun kepercayaan secara perlahan dan emosional. Anak yang menjadi korban pun kerap merasa bingung, takut, dan menyalahkan diri sendiri.

Dari pengalaman Aurelie, ada beberapa pelajaran penting yang bisa diterapkan dalam pola asuh sehari-hari. Inilah yang Harus Dilakukan Orang Tua:

1. Bangun komunikasi yang aman dan terbuka

Pastikan anak merasa nyaman bercerita tanpa takut dihakimi. Dengarkan lebih banyak, reaksi orang tua sangat menentukan keberanian anak untuk jujur.

2. Edukasi anak tentang batasan hubungan sehat

Ajarkan perbedaan antara perhatian yang wajar dan manipulasi emosional. Anak perlu tahu bahwa tidak semua sikap manis itu aman.

3. Jangan meremehkan perubahan perilaku anak

Menarik diri, perubahan emosi ekstrem, atau ketakutan berlebihan bisa menjadi sinyal bahaya yang perlu diperhatikan.

4. Dampingi aktivitas digital anak

Child grooming sering terjadi melalui media sosial atau chat pribadi. Orang tua perlu terlibat tanpa bersikap mengontrol berlebihan.

5. Tegaskan bahwa korban tidak pernah salah

Anak harus tahu bahwa apa pun yang terjadi, ia tidak bersalah. Validasi ini sangat penting untuk proses pemulihan trauma.

 

Kisah dalam Broken Strings adalah pengingat bahwa setiap anak membutuhkan rumah yang aman secara emosional. Orang tua bukan hanya pelindung fisik, tetapi juga penjaga kesehatan mental dan kepercayaan diri anak. Orang tua dapat menjadi benteng utama agar anak terhindar dari jerat child grooming dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat serta percaya diri.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?