Kisah Mantan Ateis yang Membawa Kebangunan Rohani di Tengah Generasi Z
Sumber: Facebook | UPPERROOM

News / 8 January 2026

Kalangan Sendiri

Kisah Mantan Ateis yang Membawa Kebangunan Rohani di Tengah Generasi Z

Claudia Jessica Official Writer
1767

JAWABAN.COM — Ratusan anak muda yang didominasi oleh Generasi Z mengambil keputusan untuk menyerahkan hidup mereka kepada Yesus Kristus dalam Konferensi Akhir Tahun UPPERROOM (EOY25) yang digelar oleh UPPERROOM di Dallas, Texas, pada malam Tahun Baru 2026.

Acara ini dihadiri sekitar 7.000 peserta dan berlangsung selama tiga hari dengan fokus pada doa, pujian, dan pemberitaan firman Tuhan.

Momen puncak terjadi saat khotbah penutup disampaikan oleh Brian Barcelona, seorang mantan ateis yang kini melayani sebagai penginjil bagi generasi muda.

Dalam khotbahnya, Barcelona mengajak para peserta untuk tidak hanya mengalami pertobatan pribadi, melainkan untuk membawa dampak spiritual bagi keluarga mereka.

“Saya tahu orang-orang akan menyerahkan hidupnya kepada Kristus malam ini. Itu bukan kekhawatiran saya. Kekhawatiran saya adalah, apakah keluarga kalian mengenal Dia?” ujar Barcelona di hadapan ribuan peserta.

“Saya melihat orang datang tahun demi tahun, tetapi ayah dan ibu kalian bahkan tidak melihat Kristus dalam diri kita,” sambungnya.

Barcelona menyampaikan khotbah tersebut di tengah pergumulan pribadinya, setelah mengunjungi ayahnya di rumah sakit di California yang didiagnosis menderita tumor otak ganas.

Sebagai mantan ateis, Barcelona menerima iman kepada Yesus pada usia 16 tahun. Sejak saat itu, ia telah menyaksikan bagaimana Injil mengubah kehidupan banyak orang, termasuk dalam pertemuan Gen Z For Jesus yang digelar di Dallas pada tahun 2022.

Transformasi hidup yang dialaminya menjadi pondasi yang kuat bagi pelayanannya di kalangan anak muda dan mahasiswa saat ini.

Ketika berkhotbah pada malam tahun baru, Barcelona menyampaikan bahwa pujian (worship) memainkan peran penting dalam keselamatan beberapa anggota keluarganya.

“Pujian menjadi bagian penting dalam perjalanan ketiga anggota keluarga saya selama tujuh tahun untuk mengalami keselamatan,” ungkapnya.

Setelah menjelaskan tentang pujian melalui berbagai kata dalam bahasa Ibrani, Barcelona mengajak seluruh peserta untuk memuji Tuhan dan mengucap syukur, termasuk bagi mereka yang belum menyerahkan hidup kepada Kristus.

“Kalian tahu seperti apa rasanya hidup terikat, tetapi apakah kalian tahu seperti apa rasanya hidup bebas?” ujarnya.

Suasana berubah menjadi haru dan Barcelona meminta seluruh peserta untuk saling berpegangan tangan jika mereka siap untuk menyerahkan diri kepada Kristus.

“Jika malam ini kalian ingin berserah, genggam tangan orang di sebelah kalian,” katanya.

Kemudian ia mengundang mereka yang menerima ajakan tersebut untuk maju ke depan.

“Ini adalah momen penyerahan yang kudus,” ujarnya, lalu ratusan orang melangkah maju bersama-sama untuk berdoa.

Keputusan ratusan Generasi Z pada malam itu membuktikan bahwa Injil tetap relevan dan bekerja dengan kuasa Tuhan, menjangkau serta mengubah kehidupan generasi muda di tengah tantangan zaman.

Sumber : CBN News International
Halaman :
1

Ikuti Kami