Libur sekolah yang panjang dan menyenangkan akhirnya berakhir. Kini, anak kembali dihadapkan pada rutinitas sekolah seperti bangun pagi, mengenakan seragam, mengerjakan tugas, dan mengikuti pelajaran di kelas. Sayangnya, tidak semua anak siap menjalani transisi ini dengan mulus. Banyak orang tua mendapati anak menjadi lebih murung, malas, atau bahkan cemas menjelang hari pertama sekolah.
Sebagai orang tua, persiapan sekolah tidak hanya soal perlengkapan dan seragam. Kesiapan mental anak kembali ke sekolah justru menjadi faktor penting agar anak bisa belajar dengan nyaman dan percaya diri sejak hari pertama.
BACA JUGA: Pola Asuh Anak di Masa Golden Age, Prioritas Parenting ala Nadine Chandrawinata
Wajar Jika Anak Mengalami Post Holiday Blues
Rasa sedih atau enggan setelah liburan, yang sering disebut post-holiday blues, adalah hal yang normal. Anak masih terbawa suasana bebas bermain, berkumpul dengan keluarga, dan tidur lebih larut. Ketika rutinitas sekolah kembali, mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak melewati masa transisi ini dengan empati.
Lakukan Persiapan Secara Bertahap
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mempersiapkan anak secara mendadak, bahkan baru dilakukan sehari sebelum sekolah dimulai. Padahal, adaptasi bertahap jauh lebih efektif. Beberapa hari sebelum masuk sekolah, orang tua bisa mulai mengatur ulang jam tidur anak agar kembali sesuai dengan jadwal sekolah.
Ajak anak merapikan meja belajar, menyiapkan buku dan alat tulis, serta membicarakan kembali rutinitas harian. Cara sederhana ini membantu anak merasa lebih siap secara mental dan tidak kaget saat kembali bersekolah.
Bangun Komunikasi yang Hangat dan Terbuka
Jika anak terlihat malas atau cemas, jangan langsung memarahi atau membandingkannya dengan anak lain. Jadilah pendengar yang baik. Tanyakan apa yang ia rasakan tanpa menghakimi. Validasi emosinya dengan kalimat sederhana seperti, “Wajar kok kalau merasa berat setelah liburan panjang.”
Setelah itu, bantu anak melihat sisi positif sekolah, misalnya bisa bertemu teman-teman, mengikuti kegiatan favorit, atau belajar hal baru. Komunikasi yang suportif akan membuat anak merasa aman dan lebih percaya diri.
BACA JUGA: 6 Hal Tentang Parenting yang Baru Kita Sadari Setelah Punya Anak, Relevan Banget
Dampingi Anak dengan Empati, Bukan Paksaan
Kesiapan mental anak kembali ke sekolah bukan tentang memaksa mereka untuk langsung bersemangat, melainkan membimbing dengan sabar. Dengan pendekatan yang penuh empati, anak akan belajar mengelola perasaannya dan membangun motivasi dari dalam diri.
Dengan persiapan yang tepat, kecemasan anak dapat berubah menjadi antusiasme, dan rasa malas perlahan berganti menjadi semangat baru. Semangat parents!
Sumber : Jawaban.com