Menjadi orang tua seringkali membawa kita pada banyak kesadaran baru yang sebelumnya tidak pernah benar-benar kita pikirkan. Ada banyak hal tentang parenting yang baru kita rasakan artinya ketika kita mulai menjalani peran ini sendiri.
Hal ini diungkapkan oleh aktris Nikita Willy melalui unggahan Instagram tentang parenting yang tidak pernah diajarkan tetapi perlu diketahui. Ibu dari dua anak ini membagikan 6 poin yang menggambarkan realita yang banyak dialami orang-orang.
Dari unggahannya, kita juga diingatkan untuk menjalani pengasuhan dengan kasih, kesabaran, dan kebijaksanaan. Berikut 6 hal yang diungkapkan oleh Nikita Willy:
1. Setelah punya anak, kita baru mengerti besarnya cinta orang tua kita
Setelah menjadi orang tua, banyak orang mulai memahami betapa besar cinta orang tua mereka dahulu. Meskipun mereka mengalami keterbatasan informasi parenting pada masanya, tetapi mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik.
Kesadaran ini menolong kita untuk belajar menghargai, mengampuni, dan melihat orang tua dengan sudut pandang yang lebih penuh kasih. Alkitab mengingatkan, “Hormatilah ayahmu dan ibumu” bukan hanya sebagai perintah, tetapi juga sebagai ajakan untuk melihat kasih mereka dengan penuh pengertian.
2. Parenting adalah kerja tim, bukan perjuangan sendirian
Seperti yang disampaikan oleh Nikita Willy, parenting bukanlah perjalanan satu orang. Dukungan dari pasangan dan keluarga sangat memengaruhi kondisi emosional orang tua dan anak.
Peran ayah menjadi bagian penting dalam proses ini. Ayah yang meluangkan waktu bermain bersama anak setiap hari, minimal 30 menit, membantu anak bertumbuh menjadi pribadi yang lebih empatik dan percaya diri.
Kebersamaan dan kerja sama dalam keluarga menciptakan rasa aman yang dibutuhkan anak untuk berkembang.
3. Tinggi badan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik
Banyak orang tua masih menganggap tinggi badan anak sepenuhnya ditentukan oleh gen. Padahal, lebih dari 70 persen anak di Indonesia mengalami kekurangan vitamin D, nutrisi penting untuk pertumbuhan optimal dan daya tahan tubuh.
Merawat anak berarti juga memperhatikan kebutuhan fisik mereka dengan penuh tanggung jawab dan perhatian, bukan sekadar berharap pada faktor keturunan.
4. Anak adalah cerminan dari apa yang mereka lihat di rumah
Anak belajar terutama dari apa yang mereka lihat setiap hari. Seorang ibu yang lebih tenang cenderung memiliki anak yang lebih stabil secara emosi dan berkembang dengan lebih baik.
Namun, ketenangan ini sangat dipengaruhi oleh adanya support system yang mendukung. Ketika suasana rumah dipenuhi pengertian dan kesabaran, anak pun tumbuh dengan rasa aman. Amsal berkata bahwa anak dibentuk oleh didikan dan teladan, bukan hanya oleh kata-kata.
5. Pola pikir “yang penting makan” perlu diubah
Ungkapan “makan apa saja, yang penting masuk” seringkali masih menjadi pegangan banyak orang tua. Dampaknya, satu dari dua anak di Indonesia mengalami kekurangan vitamin dan mineral penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.
Memberi makan anak bukan hanya soal mengenyangkan, tetapi juga tentang memberikan yang terbaik bagi masa depan mereka. Hikmat dari Tuhan akan menolong orang tua untuk bertindak bijaksana dalam hal kecil yang berdampak besar bagi masa depan anak.
6. Tidak semua nasihat perlu diterima
Menjadi orang tua seringkali berarti menerima banyak pendapat dan nasihat, bahkan tanpa diminta. Jika diterima tanpa disaring, hal ini dapat mengikis kepercayaan diri dan meningkatkan stres, yang pada akhirnya berdampak pada anak.
Orang tua perlu belajar bijak dalam mendengarkan, berdiskusi dengan pasangan, dan mengambil keputusan dengan tenang.
Melalui enam poin yang disampaikan oleh Nikita Willy, kita diingatkan bahwa parenting bukan tentang menjadi orang tua yang sempurna.
Parenting adalah proses belajar yang penuh kasih, kesabaran, dan komitmen untuk terus bertumbuh bersama anak, setiap hari.
Sumber : Jawaban.com