Menjelang perayaan Natal 2025, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) kembali menegaskan pentingnya toleransi antarumat beragama. Menurutnya, toleransi bukan hanya slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, KDM menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah Natal merupakan tanggung jawab bersama dan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Wamenag Luruskan Isu Natal Bersama Kemenag, Tegaskan Bukan Perayaan Lintas Agama
Toleransi Beragama Jadi Prioritas Utama di Jawa Barat
Kang Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Jawa Barat harus menjadi wilayah yang inklusif, aman, dan rukun bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama. Ia menilai, menjaga harmoni sosial adalah fondasi penting untuk menciptakan stabilitas dan kedamaian daerah.
“Menjamin umat Kristiani dapat beribadah dengan aman dan nyaman adalah wujud nyata toleransi, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Prinsip Penghormatan Ibadah di Ruang Publik
Dalam pesannya terkait perayaan Natal, KDM menyoroti beberapa prinsip penting yang perlu dijaga bersama, antara lain:
Setiap warga negara berhak menjalankan ibadah sesuai keyakinannya tanpa gangguan atau intimidasi dari pihak mana pun.
KDM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan hari besar keagamaan.
Natal dipandang sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan nilai cinta kasih antar sesama manusia.
BACA JUGA: Gereja Katedral Jakarta Siap Rayakan Natal dengan Pengamanan Ketat
Melalui pesan-pesan tersebut, Kang Dedi Mulyadi berharap momentum Natal 2025 dapat menjadi penguat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat atau pemerintah, melainkan seluruh lapisan masyarakat.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com