Wamenag Luruskan Isu Natal Bersama Kemenag, Tegaskan Bukan Perayaan Lintas Agama
Sumber: Siaran Pers Kementerian Agama

News / 22 December 2025

Kalangan Sendiri

Wamenag Luruskan Isu Natal Bersama Kemenag, Tegaskan Bukan Perayaan Lintas Agama

Aprita L Ekanaru Official Writer
3827

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i meluruskan isu yang berkembang di masyarakat terkait Natal Bersama yang diselenggarakan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan perayaan bagi umat Kristiani, yakni umat Kristen dan Katolik, bukan perayaan lintas agama.

 

BACA JUGA: Gereja Katedral Jakarta Siap Rayakan Natal dengan Pengamanan Ketat

 

Penegasan itu disampaikan Wamenag saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Menurut Wamenag, klarifikasi ini penting untuk meluruskan berbagai respons publik terkait pelaksanaan Natal Bersama Kemenag. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tetap sejalan dengan prinsip toleransi dan moderasi beragama, serta menghormati ajaran dan tradisi masing-masing agama.

“Natal Bersama Kemenag adalah perayaan umat Kristiani, bukan lintas agama. Ini perlu dipahami dengan tepat,” ujar Wamenag.

 

Festival Kasih Nusantara di TMII

Wamenag menjelaskan, Natal Bersama Kemenag 2025 akan dikemas dalam tajuk Festival Kasih Nusantara. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan estimasi jumlah peserta sekitar 2.000 orang.

Selain itu, umat Kristiani juga akan menyelenggarakan Natal Nasional yang direncanakan berlangsung pada 5 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, dengan perkiraan jumlah peserta mencapai 3.500 orang.

 

Kesiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menegaskan kesiapan seluruh jajaran Kemenag untuk memberikan pelayanan terbaik agar umat beragama dapat melaksanakan ibadah Natal dan Tahun Baru secara aman, nyaman, dan khidmat.

Ia juga menginstruksikan panitia perayaan Natal dan Tahun Baru untuk terus memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh tempat ibadah yang digunakan untuk perayaan Natal telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

 

BACA JUGA: Merayakan Natal Bersama Pemprov DKI Jakarta dari Lapangan Banteng hingga Blok M

 

Perayaan Aman, Ramah Lingkungan, dan Empatik

Wamenag menambahkan, pelaksanaan ibadah Natal di ruang publik harus memperhatikan aspek kelayakan tempat, keamanan, serta perizinan dari pihak berwenang. Selain itu, ia mendorong agar perayaan Natal dan Tahun Baru mengedepankan prinsip ramah lingkungan serta memperkuat kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk kegiatan berskala besar, Wamenag juga menekankan pentingnya penyediaan layanan kesehatan dan mitigasi bencana. Ia mengimbau agar perayaan dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang tengah terdampak bencana.

“Kami juga mengimbau agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan, sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang mengalami bencana,” pungkas Wamenag.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami