Dulu Sering Adu Argumen Karena Selalu Turuti Mau Anak, Kini Pak Luki Berubah Karena Ini...
Sumber: Jawaban.com

Impact Story / 8 October 2025

Kalangan Sendiri

Dulu Sering Adu Argumen Karena Selalu Turuti Mau Anak, Kini Pak Luki Berubah Karena Ini...

Lori Official Writer
194646

Pak Luki bersama istri dan kedua anak mereka - Jonathan (9 tahun) dan Sean (6 tahun), sejak menikah telah menetap di Jayapura. Ia dan sang istri adalah pekerja kantoran yang setiap hari pergi pagi dan baru pulang petang. 

Sebagai orang tua muda, mereka membesarkan kedua anak mereka dengan cara yang mereka anggap baik. Bagi pak Luki, pengalaman masa kecil diasuh oleh orang tua angkat banyak membentuk pola pengasuhannya terhadap anak. Karena dulu ia sulit sekali mendapatkan apapun yang dia inginkan dari orang tuanya. Hidupnya keras, bahkan sempat tinggal di terminal. Dari situ, ia tumbuh dengan luka penolakan dan perasaan tidak diterima. Sehingga pak Luki bertekad saat punya anak, dia akan menjadi sosok ayah yang selalu meng-iya-kan semua permintaan anak. Itulah yang ia lakukan selama ini.

 

Baca Juga: Komitmen Bapak Putra: “Saya Tidak Ingin Anak-anak Saya Mencari Figur Lain di Luar Sana”

 

Namun tanpa sadar, tindakannya justru kerap membuat sang istri, ibu Yuli jengkel. Sikap pak Luki dirasa hanya membuat anak manja dan tidak punya rasa tanggung jawab atas kehidupannya. Lalu pasangan ini mulai beradu argumen tanpa adanya kesepakatan bersama.

"Kalau suami saya, sebelumnya kan orangnya boros. Jadi, apa-apa yang anak mau, dia bilang, “Ya sudah gampang" dan dia penuhi. Sedikit-sedikit anak minta ini dibelikan. Tapi setelah itu uang habis," ungkap ibu Yuli.

Hingga suatu kali, mereka diajak ikut program pengajaran orang tua di gereja mereka GBI Pondok Pemulihan, Abepura. Bersama tujuh pasangan lainnya, pak Luki dan ibu Yuli aktif mengikuti pertemuan sekali dalam seminggu sejak bulan Agustus 2025 lalu. 


Baca Artikel Selanjutnya ---> 

Setiap modul yang dipelajari membuka mata mereka tentang peran orang tua sebagai partner Allah dalam membentuk karakter anak. Modul tentang “Membangun Kedekatan” sangat menyentuh hati Pak Luki. 

"Kami sudah sampai di modul keempat. Semua modul berharga, tapi modul ketiga tentang "Membangun Kedekatan" paling mengena. Saya terharu setiap kali menonton video.  Saya sadar, kalau mau generasi kita luar biasa, kita harus belajar," ungkapnya pak Luki.

Melalui setiap pelajaran dari The Parenting Project, pak Luki mulai menyadari banyak hal dalam pola pengasuhannya. Cara pandangnya diubahkan bukan hanya tentang kebiasaan memanjakan anak, tetapi juga belajar untuk meminta maaf dan membuat kesepakatan dengan istri. 

 

Baca Juga: Pentingnya Kesatuan Orang Tua Bagi Seorang Anak

 

Kata pak Luki, "Dulu saya pikir saya kerja untuk anak-anak saya. Tapi lama-lama muncul masalah - mereka jadi mulai terlalu bebas sampai terjadi konflik antara saya dan istri. Saya sadar itu salah dan saya minta maaf ke istri dan kami mulai sepakat dalam mendidik anak. Kami ajarkan anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan." 

Hal serupa juga dialami ibu Yuli. Jika dulu ia sulit memberikan pandangan kepada suaminya, kini melalui The Parenting Project dia bisa melihat cara pandang suaminya telah diubahkan. “Dulu kami sering berbeda pandangan. Tapi sekarang kami mulai satu suara dalam mendidik anak," ungkap ibu Yuli.

Kini keluarga Luki dan Yuli menjadi lebih harmonis. Mereka saling memahami latar belakang masing-masing, saling mengampuni, dan bekerja sama dalam mendidik anak-anak dengan kasih dan hikmat.

 

Baca Juga: Meilani Belajar Jadi Orang Tua yang Hadir Setelah Anaknya Hampir Salah Jalan Karena Gadget

 

Anak-anak pun berubah. Mereka mulai belajar menabung, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta mulai berdoa untuk masa depan keluarga mereka.

Bagi Pak Luki, The Parenting Project bukan hanya memperbaiki relasi keluarga, tapi juga menyembuhkan luka batin masa lalu. “Saya belajar mengampuni masa lalu dan membangun keluarga baru dengan kasih Tuhan.”

Mereka sangat berharap akan lebih banyak keluarga di Indonesia bisa mengalami pemulihan seperti mereka. “Kami berharap banyak keluarga diberkati lewat The Parenting Project, supaya lahir generasi yang berhikmat dan memimpin bangsa ini," pungkasnya.

 

Apakah Anda terinspirasi dengan kesaksian ini? Mari terus dukung The Parenting Project muridkan lebih banyak orang tua di Indonesia.

DUKUNG SEKARANG

Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami