Pembaruan Relasi dengan Sesama (Berdasarkan Zakharia 7:1–14)
Sabda Tuhan menantang kita untuk melihat sekeliling. Subtema ini mengajak kita merefleksikan apakah keadilan, kasih, dan belas kasihan masih menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan sesama, khususnya mereka yang lemah dan terlupakan.
Pembaruan Relasi dalam Keluarga (Berdasarkan Maleakhi 2:10–16)
Keluarga sebagai gereja domestik mendapat perhatian khusus. Dalam dunia yang penuh tantangan, Sabda Tuhan menawarkan fondasi untuk membangun relasi yang setia, penuh kasih, dan kokoh dalam ikatan pernikahan dan keluarga.
Pembaruan Relasi dengan Allah (Berdasarkan Maleakhi 3:13–18)
Subtema penutup mengajak kita untuk kembali kepada sumber segala pembaruan, yaitu Allah sendiri. Ini adalah undangan untuk memperteguh komitmen dan kepercayaan kita kepada-Nya, meyakini bahwa Dia adalah sumber hidup dan pembaruan kita.
Seluruh rangkaian BKSN 2025 ini dirancang untuk memperkuat identitas kita sebagai umat Katolik yang bermisi. Misi itu dimulai dari pembaruan diri yang berlandaskan pada perjumpaan pribadi dengan Sabda Tuhan. Marilah kita menyambut undangan ini dengan hati yang terbuka. Dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan BKSN di paroki, kita dapat bersama-sama menggali kekayaan Firman Tuhan dan mengalami pembaruan dalam segala aspek kehidupan, sehingga kita benar-benar menjadi terang dan garam di manapun kita berada.
Sumber : Jawaban.com