4. Mempercayai Didikan Kita
Ini adalah saatnya kita mempercayai nilai-nilai dan didikan yang telah kita tanamkan pada anak kita selama bertahun-tahun. "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6). Percayai kemampuan mereka untuk memilih pasangan hidup yang baik. Dukungan kita menunjukkan bahwa kita menghargai keputusan mereka.
5. Mendoakan, Bukan Menguji
Daripada “menguji” dengan kekerasan verbal, kekuatan kita yang terbesar adalah doa. Doakanlah hubungan mereka, agar penuh dengan kasih, pengertian, dan komitmen yang kuat di dalam Tuhan.
Membangun Keluarga yang Harmonis
Tujuan kita bukanlah menciptakan menantu yang “tahan banting” terhadap mertua, melainkan membangun sebuah keluarga besar yang harmonis, penuh kasih, dan saling menghormati sejak awal. Hubungan yang dibangun dengan fondasi penghargaan dan kasih akan jauh lebih kuat dan tahan lama menghadapi badai kehidupan daripada hubungan yang dibangun dari rasa takut dan trauma.
Marilah kita menjadi mertua yang mencerminkan kasih Kristus, yang menerima, mengampuni, dan membangun. Dengan demikian, kita tidak hanya memberkati pernikahan anak-anak kita, tetapi juga mewariskan teladan keluarga yang berlandaskan kasih Allah untuk generasi berikutnya.
Sumber : Jawaban.com