Gerakan Nurani Bangsa Suarakan 8 Pesan untuk Bangkitkan Kembali Semangat Kebangsaan

News / 16 August 2025

Gerakan Nurani Bangsa Suarakan 8 Pesan untuk Bangkitkan Kembali Semangat Kebangsaan
Sumber: PGI.or.id
Aprita L Ekanaru Official Writer
12021

Sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyampaikan 8 pesan kemerdekaan dalam rangka memperingati 80 Tahun Indonesia Merdeka. Acara yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta, pada Kamis (14/8/2025) ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan masyarakat, dengan harapan membangkitkan semangat persatuan dan keadilan di tengah tantangan bangsa.

 

Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka

Pembacaan pesan diawali dengan refleksi dari para tokoh agama. Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, menyoroti tiga paradoks utama dalam perjalanan bangsa:

 

Semangat Berkorban vs Individualisme

Di awal kemerdekaan, rakyat bersatu untuk mencapai cita-cita bersama. Namun, setelah 80 tahun, semangat itu bergeser menjadi individualistik. “Sekarang orang cenderung mengambil sebanyak-banyaknya untuk diri sendiri, terlihat dari korupsi, konflik agraria, dan kerusakan lingkungan,” ujarnya.

 

Persatuan vs Perpecahan

“Dulu, masyarakat sangat guyub dan toleran meski berbeda latar belakang. Sekarang, persatuan terpecah oleh politik identitas, intoleransi, dan kepentingan kelompok,” tegasnya.

 

Pancasila dalam Kata vs Tindakan

Nilai-nilai Pancasila kerap diucapkan, tetapi tidak dijalankan. Meski demikian, Pdt. Jacklevyn tetap optimis dan mengajak semua pihak menyalakan kembali api harapan untuk Indonesia.

 

Belajar dari Sejarah, Bangkit dari Tantangan

Romo Franz Magnis Suseno, tokoh Katolik, mengingatkan bahwa Indonesia telah melalui berbagai krisis, seperti kerusuhan 1998, namun selalu bisa bangkit. “Kita pernah mengalami masa sulit, tapi akhirnya lebih kuat dan maju,” katanya.

Namun, belakangan muncul intoleransi dan korupsi. Romo Magnis menekankan pentingnya komunikasi dan saling mengenal antarwarga. “Reformasi membawa demokrasi dan HAM, tapi KKN dan egoisme masih mengancam. Mari saling mengingatkan dengan baik agar Indonesia tetap merdeka hingga 100 tahun ke depan,” pesannya.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : PGI.or.id
Halaman :
123Tampilkan Semua

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?