Di tengah dunia yang terus berubah, standar kekudusan dalam pacaran pun ikut bergeser. Yang dulu dianggap dosa, kini dianggap biasa. Sebaliknya, hidup benar dan menjaga kekudusan seringkali dipandang aneh.
Tapi bagi Ps. Raguel Lewi, realita ini tidak boleh membuat kita harus berkompromi dengan dunia.
Dalam sebuah video Superyouth yang membahas isu pacaran tidak kudus, Ps. Raguel Lewi menegaskan bahwa meskipun kita telah jatuh, Tuhan tetap melihat progres, bukan perfeksionisme.
“Tuhan tuh nggak menuntut kamu langsung sempurna. Tapi Tuhan melihat progres kamu,” ujar Ps. Raguel.
BACA JUGA: Bangkit Dari Hubungan Yang Salah, Kuduslah Berpacaran Dengan 3 Cara Praktis Ini!
Jangan Lari dari Tuhan, Tapi Larilah Kepada-Nya
Bagi Anda yang sudah terlanjur terikat dalam hubungan pacaran yang tidak kudus, Anda tidak perlu menyalahkan diri Anda, apalagi menjauh dari Tuhan.
Hal baik jika Anda sudah menyadari gaya pacaran yang tidak kudus dan berniat untuk bertobat. Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah lari menghampiri Tuhan.
“Kalau kamu sudah berantakan seperti itu, jangan lari dari Tuhan. Larilah kepada Tuhan. Itu yang kita percaya,” tegasnya.
Kesalahan masa lalu bukan akhir dari segalanya. Anda masih bisa alami pemulihan dari Tuhan, tapi harus diperlukan tindakan nyata yang tegas untuk sungguh-sungguh bertobat.
Ps. Raguel membagikan beberapa langkah yang bisa Anda lakukan jika ingin berubah.
Mulai dari mencari mentor rohani yang bisa membimbing Anda seperti Layana Doa CBN (WA: 0822-1500-2424)
Kemudian Anda juga bisa bergabung dengan komunitas sehat yang dapat mendukung pertumbuhan rohani Anda hingga berdiskusi dengan pasangan, apakah ia mendukung Anda untuk hidup dalam kekudusan.
Jika pasangan Anda tidak mendukung kamu untuk berubah, maka mungkin saatnya mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan itu.
“Kalau sama-sama nggak sepakat, ya mau nggak mau pisah tuh nggak apa-apa. Putus itu lebih baik dibanding cerai,” tegas Ps. Raguel.
BACA JUGA: 5 Tips Pacaran Kudus dari Steven Furtick yang Wajib Diketahui Semua Kristen Lajang!
Pacaran Bukan Buat Anak Kecil
Seringkali kita melihat anak muda pacaran di usia belasan, padahal secara emosional dan biologis, manusia belum siap mengambil keputusan sebesar itu.
Frontal lobe—bagian otak yang mengatur logika dan pengambilan keputusan kompleks—baru berkembang sempurna di usia 22–25 tahun.
“Makanya saya selalu encourage pacaran serius itu ya di umur segitu (22-25). Emosi sudah mulai stabil, kamu bisa bedain mana yang benar dan mana yang nggak,” ucap Ps. Raguel.
Jadi, tujuan pacaran bukan hanya soal senang-senang bersama lawan jenis, melainkan persiapan menuju pernikahan yang kudus.
Masih Bergumul? Dengerin Langsung Kata Ps. Raguel
Apabila Anda masih bingung atau ingin mendengarkan penjelasan langsung dari Ps. Raguel Lewi, tonton video lengkapnya di bawah ini:
Sumber : Superyouth