"Kalau nggak ada upaya, nggak ada daya, cuma pasrah doang, ya it's not gonna work! Pasti akan give up, makanya harus diusahakan!" Tegas Melaney Ricardo dalam Podcast Cahaya bagi Negeri beberapa Waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Melaney menegaskan bahwa pernikahan harus diusahakan bukan sekadar dijalani dengan pasrah. Lalu, apa rahasia Melaney Ricardo dan Tyson dalam mempertahankan pernikahan mereka selama ini? Berikut ini adalah tiga kunci yang mereka pegang teguh.
1. Menjadikan Pernikahan sebagai Prioritas
Melaney mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang ambisius dalam bekerja. Ia selalu memberikan yang terbaik saat tampil sebagai MC atau membangun kariernya. Namun, ia tersadar bahwa usaha yang sama seringkali tidak ia terapkan dalam pernikahannya.
“Kadang effort di pernikahan nggak sebesar untuk pekerjaan,” ujarnya.
Hal ini membuat Melaney belajar bahwa menjadikan pernikahan sebagai prioritas berarti berani menyeimbangkan antara karier dan keluarga.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda merasa sudah memberi usaha yang sama besar untuk pernikahan seperti halnya untuk karier Anda?
Prioritas dalam pernikahan bukan berarti mengesampingkan karier, tetapi menempatkan pernikahan dalam daftar terpenting hidup Anda.
2. Memegang Teguh Komitmen
Salah satu hal yang menonjol dari kisah Melaney dan Tyson adalah bagaimana mereka memaknai komitmen. Tyson dengan lugas mengatakan bahwa komitmen bukanlah soal perasaan sesaat, tetapi keputusan yang dipegang teguh meski perasaan itu meredup.
“Commitment means staying true to what you said you were going to do, long after the feeling you said it in has left,” ujar Tyson.
BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>
Bagi Tyson, komitmen pertama bukanlah untuk Melaney, tapi untuk Tuhan. Inilah dasar yang membuat ia terus berjuang bahkan ketika badai menerjang.
Berapa banyak dari kita yang mudah berkata “aku menyerah” ketika masalah datang? Padahal, berjanji untuk mencintai dalam suka maupun duka berarti berani bertahan bukan hanya saat segalanya indah, tetapi juga ketika keadaan menjadi sulit.
3. Memahami Perbedaan Kultur
Sebagai pasangan yang berasal dari budaya berbeda, Melaney dan Tyson dihadapkan pada banyak gesekan, mulai dari pola asuh anak hingga kebiasaan sehari-hari. Keluarga Batak yang sangat hands-on berbeda dengan gaya parenting Tyson yang lebih independen.
Bahkan, perdebatan kecil seperti pemakaian seatbelt pun bisa jadi sumber konflik. Namun, mereka belajar bahwa memahami dan menghargai perbedaan budaya adalah kunci untuk membangun harmoni dalam pernikahan.
Ini mengingatkan kita bahwa setiap pasangan pasti memiliki perbedaan, baik dari budaya, kebiasaan, atau latar belakang keluarga. Kuncinya adalah bagaimana menjadikan perbedaan itu sebagai kekayaan dalam hubungan, bukan sumber pertengkaran.
Kisah Melaney Ricardo dan Tyson mengingatkan kita bahwa pernikahan bukanlah soal menemukan pasangan yang sempurna, tapi tentang berjuang bersama dalam ketidaksempurnaan. Tuhan memberikan pernikahan sebagai anugerah, namun menjaga anugerah itu adalah tugas kita.
Lalu, bagaimana dengan pernikahan Anda? Sudahkah Anda melihat perbedaan dengan pasangan sebagai ladang untuk belajar atau justru sebagai penghalang?
Jadi, sudahkah kita mengusahakan pernikahan kita hari ini?
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”