Miliki Belas Kasihan Seperti Kristus
Kalangan Sendiri

Miliki Belas Kasihan Seperti Kristus

Lori Official Writer
      786

Shalom saudara-saudara terkasih dimanapun Anda berada. Pagi ini sudahkah kita mengucap syukur atas segala keadaan? Mari tetap berpengharapan bahwa hari ini akan mendatangkan berkat atas hidup kita. Pelajaran penting hari ini tentang belas kasihan kiranya bisa memberkati kita semua.

 

Ayat Renungan: Matius 9: 36 - “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”

 

Saat Tuhan Yesus jalan berkeliling, Dia melihat banyak orang sehingga tergeraklah hati-Nya dengan belas kasihan. Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan Yesus fokus kepada kebutuhan orang-orang, bukan fokus kepada program. Dia juga tidak fokus kepada struktur maupun aturan yang ada tetapi Dia fokus kepada bagaimana keadaan orang-orang. Fokus inilah yang membuat Tuhan Yesus tidak memperhitungkan risiko dari tindakan yang Ia lakukan: Apakah itu berbahaya dan mengancam nyawa? Dia juga tidak memperhitungkan berapa jauh jarak yang harus Ia tempuh untuk melayani orang-orang itu. Tetapi yang menjadi perhitungan-Nya adalah jiwa-jiwa yang membutuhkan pertolongan. 

Saudara yang dikasihi Tuhan, mungkin hari-hari ini kita disibukkan atau dialihkan oleh banyak keadaan. Tapi mari kembali mengingat bahwa Tuhan ingin kita melihat kebutuhan orang-orang yang ada di sekeliling kita. Mereka butuh mengalami Tuhan dan hidupnya dipulihkan. 

Tetapi untuk menjangkau mereka, kita tidak akan mungkin bisa melakukannya sendiri. Kita memerlukan hatinya Tuhan yaitu belas kasih-Nya. Ketika hati kita dipenuhi oleh belas kasihnya Tuhan, maka Tuhan akan sangat mudah memakai kita untuk menjangkau orang lain. 

Jadi apa yang seharusnya bisa kita lakukan untuk menjadi sosok yang memiliki belas kasihan?

Pertama, kita perlu mengingat bahwa kita ada hari ini karena ada orang yang pernah menolong kita atau ada orang yang berdoa untuk kita, sehingga kita bisa mengalami keselamatan. 

Kedua, kita perlu berterima kasih karena ada orang yang memberikan waktunya untuk membimbing dan membangun kerohanian kita. Sehingga kita bisa menjadi orang pribadi yang dewasa secara rohani seperti sekarang ini. Jadi, apa yang sudah kita dapatkan mari melanjutkannya kepada orang lain.

Ketiga, untuk kita memiliki belas kasihan Tuhan kita perlu melekat dengan sang sumber yang penuh dengan belas kasih itu. Kita ditentukan oleh siapa orang terdekat kita. Karena itu ketika kita mendekatkan diri kepada Tuhan, rajin merenungkan firman-Nya, maka setiap kebenaran itu akan mentransformasi hidup kita. Sehingga Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan itu akan memenuhi kita dengan belas kasihan-Nya. 

Hari ini, mari menantang diri kita untuk hidup dengan hati yang berbelaskasihan dan jadilah jawaban doa bagi orang-orang yang paling membutuhkan. Selamat berproses dan kiranya melalui hidup Anda banyak orang yang dimenangkan bagi Tuhan.

 

Hak cipta devotional Maria Kaesmetan

Ikuti Kami