Dalam dunia yang penuh dengan informasi cepat dan media sosial, seringkali sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks.
Amanda Zevannya, seorang public figure, istri Pendeta Gideon Simanjuntak dan ibu dari dua anak, merasakan tekanan ini dalam hidupnya.
Dalam sebuah wawancara di Solusi TV, Amanda berbagi pengalamannya menghadapi penghakiman, cacian, dan ancaman yang datang tak hanya dari orang-orang asing tetapi juga dari para buzzer politik.
Amanda menceritakan bagaimana anaknya, yang masih kecil, menerima bullying dan stigma negatif yang sangat menyakitkan.
“Bayangkan, anakku masih TK dan menerima ancaman yang bisa menghantui perkembangan tubuh dan mentalnya,” ujar Amanda.
BACA JUGA : Setia dengan Tujuan Tuhan dalam Hidup Kisah Ester Jeanette
Dalam momen-momen berat tersebut, Amanda sering merasa lelah dan berdoa kepada Tuhan, memohon kekuatan.
Amanda mengungkapkan bahwa ada saat-saat di mana ia merasa doanya tidak dijawab. Ia merasa seperti berdoa tanpa melihat perubahan apa pun.
Namun, di tengah semua itu, ia dan suaminya, pendeta Gideon, menemukan cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Mereka membangun mezbah doa setiap malam, menyembah dan mencurahkan isi hati mereka kepada Tuhan.
BACA HALAMAN SELANJUTNYA ⇒
Sumber : Solusi TVIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”