Israel Diduga Terlibat dalam Kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi
Sumber: Reuters

News / 21 May 2024

Kalangan Sendiri

Israel Diduga Terlibat dalam Kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi

Claudia Jessica Official Writer
682

Pada Senin, 20 Mei 2024, Presiden Iran Ebrahim Raisi dinyatakan meninggal dunia setelah helikopter yang ditumpanginya ditemukan hancur berkeping-keping. Helikopter tersebut hilang kontak sejak Minggu sore.

Sejumlah pihak menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini, mengingat hubungan antara kedua negara yang semakin memburuk. Israel dan Iran telah lama bersaing dan saling memandang sebagai rival masing-masing.

Menurut laman India Mint, mantan anggota Parlemen Eropa, Nick Griffin, menyatakan kemungkinan keterlibatan intelijen Israel, Mossad, dalam kecelakaan tersebut. Hal ini didasarkan pada dukungan Teheran dan Raisi terhadap proksi-proksi Iran di Timur Tengah yang aktif melawan Israel.

Griffin menyebutkan dalam sebuah postingan di X bahwa Raisi dan pejabat Azerbaijan baru saja meresmikan bendungan pembangkit listrik tenaga air Qiz Qalasi di perbatasan kedua negara.

Meningkatnya hubungan antara Iran dan Azerbaijan ini bisa mengurangi ketegangan antara Azerbaijan dan Armenia, yang tidak menguntungkan bagi Israel.

"Israel mendapat untung besar dengan menjual drone dan senjata lain yang digunakan untuk menghancurkan pejuang Armenia di Nagorno-Karabakh. Iran dengan tegas mendukung Armenia," ujar Griffin yang dikutip Mint pada Selasa, 21 Mei 2024.

Griffin menambahkan bahwa pertempuran yang terus berlangsung menguntungkan industri senjata Israel dan mendukung kebencian lama antara pihak-pihak yang terlibat.

Israel memiliki sejarah melumpuhkan jenderal-jenderal Iran, termasuk pembunuhan Mohammad Reza Zahedi di Damaskus yang memicu serangan drone dan rudal besar-besaran oleh Teheran bulan lalu. Israel juga dituding terlibat dalam pembunuhan pejabat senior militer Iran dan ilmuwan nuklir, termasuk Mohsen Fakhrizadeh pada akhir 2020.

Raisi sendiri dikenal mengambil sikap keras terhadap Israel, terutama setelah perang Gaza yang meletus pada 7 Oktober. Ia mengutuk serangan Israel ke Gaza dan mendukung dua proksi terbesar Teheran, Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, untuk menyerang Israel.

Sebelum helikopternya hilang kontak pada hari Minggu, Raisi kembali menegaskan dukungan Iran terhadap Palestina dan menyebut Palestina sebagai isu utama dunia Muslim.

Sementara itu, mantan kepala intelijen militer Israel, Tamir Hayman, dalam pernyataannya kepada The Jerusalem Post, menjelaskan bahwa kematian atau Raisi tidak akan berdampak besar besar bagi Iran, namun akan membuat Iran kesulitan dalam memilih presiden baru.

Seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Israel tidak terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Iran yang menuduh Israel secara langsung. Media pemerintah Iran menyebut kemungkinan kecelakaan terjadi akibat cuaca buruk di rute penerbangan tersebut.

Sumber : kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami