Kasus Sekeluarga Bunuh Diri Mengingatkan Kita Soal Pentingnya Miliki Kesehatan Mental
Sumber: KOMPAS.COM/RIZKY SYAHRIAL

News / 13 March 2024

Kalangan Sendiri

Kasus Sekeluarga Bunuh Diri Mengingatkan Kita Soal Pentingnya Miliki Kesehatan Mental

Claudia Jessica Official Writer
912

Terjadi sebuah insiden mengerikan di Lobi Parkir Apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu, 9 Maret 2024 sore. Satu keluarga yang terdiri dari orang tua dan dua anak, ditemukan meninggal dunia. Mereka diduga jatuh dari lantai 22 apartemen tersebut.

Empat korban terdiri dari suami EA (50), AIL (52), serta dua anaknya, yaitu JWA (13) dan JL (15). Mereka mengalami luka berat di bagian kepala, tangan, dan kaki.

Pihak kepolisian sedang menyelidiki motif dari kasus ini.

Berdasarkan penuturan saksi dan pantauan kamera pemantau (CCTV), ada indikasi kuat bahwa keempat korban melakukan bunuh diri di lantai 21 apartemen.

 

BACA JUGA: Alami 9 Hal Ini, Hati-hati Anda Terkena Depresi

 

Melansir dari kantor berita Antara, salah satu tetangga korban menyatakan bahwa keluarga tersebut mengalami masalah terkait keuangan karena terlilit hutang.

Sebelumnya, terjadi peristiwa serupa di tahun 2023. Kematian satu keluarga di Desa Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terdiri dari tiga orang: seorang ayah, seorang ibu, dan seorang anak.

Sontak kejadian ini mengundang perhatian banyak orang dan menimbulkan pertanyaan tentang kesehatan mental.

Melansir kompas.tv, psikolog keluarga menyebut bahwa kasus tewasnya satu keluarga, banyak terjadi karena depresi berkepanjangan yang tidak diungkapkan sehingga tidak bisa menemukan solusi dari masalah utama serta munculnya masalah penyerta.

“Biasanya dalam budaya kita, mengungkapkan kesulitan, kesusahan, mengungkapkan keluh kesah kepada orang sekitar, itu biasanya dianggap aib dan tabu atau tidak terbiasa dan akhirnya dipendam sendiri,” jelas Novita Tandry, Psikolog Keluarga.

 

BACA JUGA: Waspada Sindrom Mama Galak, Tanda Depresi yang Sering Terabaikan

 

Tragedi ini mengingatkan kita tentang pentingnya peduli terhadap kesehatan mental. Apa saja yang perlu kita perhatikan ketika mengalami depresi atau gangguan mental?

1. Dukungan Keluarga Besar

Keluarga adalah sumber dukungan yang sangat penting dalam menghadapi depresi. Terbuka kepada mereka tentang apa yang Anda rasakan dan butuhkan, dan izinkan mereka membantu Anda dalam perjalanan penyembuhan Anda. Dengan berbagi beban dengan orang-orang yang peduli, Anda tidak akan merasa sendirian.

2. Berdoa untuk Penyembuhan

Doa dapat menjadi alat yang kuat dalam mengatasi depresi. Berdoa untuk penyembuhan dan kekuatan, dan percayalah bahwa Tuhan selalu mendengarkan dan memberikan dukungan kepada Anda di saat-saat sulit.

3. Membaca Firman Tuhan

Membaca dan merenungkan firman Tuhan dapat memberikan ketenangan dan harapan di tengah-tengah kesulitan. Temukan ayat-ayat dalam Alkitab yang memberikan penghiburan bagi Anda, dan biarkan firman-Nya menguatkan hati dan pikiran Anda.

4. Terhubung dengan Komunitas yang Mendukung

Menghubungkan diri dengan komunitas yang memiliki pengalaman serupa dapat memberikan rasa pengertian dan dukungan yang sangat dibutuhkan. Bergabung dengan kelompok kecil atau forum online yang berfokus pada kesehatan mental dapat membantu Anda merasa lebih terhubung dan tidak sendirian dalam perjalanan Anda.

 

BACA JUGA: Jangan Sampai Seperti Lee Sun Kyun, Ini 8 Cara Istri Menolong Suami Lewati Masa Sulit

 

5. Konseling

Konseling profesional adalah langkah penting dalam proses penyembuhan depresi. Konselor atau psikoterapis dapat membantu Anda mengidentifikasi penyebab depresi Anda, mengembangkan strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, dan memberikan dukungan emosional selama proses penyembuhan.

Anda juga bisa menghubungi Layanan Doa dan Konseling CBN secara gratis, hubungi WA: 0822-1500-2424 atau klik tombol ini.

Mengatasi depresi adalah perjalanan yang memerlukan waktu dan kesabaran. Jangan ragu untuk mencari bantuan dan dukungan dari orang-orang di sekitar Anda, layanan kesehetan mental profesional, serta serahkan seluruh beban Anda kepada-Nya.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami