Israel Tegaskan Mereka Tak Berniat Kuasai Palestina, Hanya Ingin Menumpas Hamas
Sumber: CBN News

News / 12 January 2024

Kalangan Sendiri

Israel Tegaskan Mereka Tak Berniat Kuasai Palestina, Hanya Ingin Menumpas Hamas

Puji Astuti Official Writer
655

Sekalipun perang di Gaza antara Israel dan Hamas belum juga selesai, namun banyak pihak yang sedang mengincar untuk menguasai wilayah tersebut. Walau demikian Israel menyatakan bahwa pihaknya tak berniat menguasai wilayah Gaza, hanya ingin menumpas Hamas. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.  

"Israel tidak memiliki niat untuk secara permanen menduduki Gaza atau menggusur penduduk sipilnya. Israel sedang melawan teroris Hamas, bukan penduduk Palestina," demikian pernyataan Netanyahu pada Rabu (10/1/2024) yang dikutip oleh CBN.com. 

Tujuan Utama Israel Dalam Perang di Gaza

"Tujuan kami adalah untuk membersihkan Gaza dari teroris Hamas dan membebaskan para tawanan kami. Setelah ini tercapai, Gaza dapat didemiliterisasi dan dideradikalisasi, sehingga menciptakan kemungkinan untuk masa depan yang lebih baik bagi Israel dan Palestina,” demikian tambahnya.  

Danny Danon salah satu anggota parlemen Israel Knesset, menyampaikan kepada belasan duta besar yang ia jamu untuk membahas masa depan Gaza bahwa tujuan utama Israel sekarang ini adalah menyelamatkan para sander.  

"Hal pertama yang akan kita diskusikan sebelum kita berbicara tentang hal kedepan nanti, kita harus memastikan bahwa semua tawanan kembali ke Israel dan Hamas ditumpas, baru kita bisa membahas masa depan Gaza," demikian ungkap Danon. 

"Kami terbuka untuk itu. Kami tidak ingin tinggal di Gaza tetapi pada saat yang sama, kami tidak akan membiarkan Hamas membangun kembali kekuatannya di Gaza,” demikian tegasnya.  

BACA JUGA:

VIDEO NEWS : ARAB KRISTEN YANG MENJADI KORBAN DALAM KONFLIK DI GAZA

Beda Pendapat Tentang Perencanaan Gaza Pasca Perang, Rapat Kabinet Israel Ricuh

Amerika Usulkan Otoritas Palestina Yang Memerintah Gaza 

Pihak Amerika Serikat yang aktif memberikan dukungan untuk Israel mengusulkan agar Otoritas Palestina mengambil peran utama dalam pemerintahan di Jalur Gaza. Anggota Knesset dan Mantan Wakil Direktur Mossad Ram Ben-Barak mengatakan kepada CBN News bahwa jika ingin hal tersebut terwujud pihak Otoritas Palestina harus direformasi. 

"Otoritas Palestina harus diubah," tegasnya. "Anda tidak bisa mengendalikan Gaza jika anak-anak dididik untuk membenci dan membunuh orang Yahudi. Anda tidak bisa mengendalikan Gaza dan tidak bisa mengendalikan, wilayah lainnya, Tepi Barat, jika Anda memberi uang kepada orang yang terlibat dalam kegiatan terorisme. Dan Anda tidak bisa memerintah jika Anda korup." 

IDF Belajar Dari Perang Gaza untuk Hadapi Hisbullah di Lebanon 

Saat ini Israel bukan hanya diserang oleh Hamas namun juga menghadapi serangan dari Hisbullah dan ancaman dari Iran. Namun pihak militer Israel, IDF menyatakan bahwa pihaknya telah belajar banyak dari perang Gaza dan akan menggunakannya untuk menghadapi Hisbullah.  

"Setelah apa yang kalian lakukan, tidak ada desa di Lebanon yang tidak bisa kalian masuki dan bongkar," demikian ungkapnya kepada tentara Israel. "Kami akan menempatkan kalian di mana pun dibutuhkan, dan kalian akan melakukan apa pun yang dibutuhkan." 

Sepertinya perang di Gaza mengajarkan Israel untuk melakukan tindakan brutal jika diperlukan, dengan menghancurkan bangunan dan terowongan-terowongan di bawah tanah. Israel juga saat ini sudah mengungsikan 100.000 penduduk yang berada di perbatasan Lebanon. Mereka menyatakan jika konflik dengan Lebanon tidak bisa diselesaikan dengan diplomasi, mereka siap untuk menghadapinya dengan kekuatan militer.  

"Jika Lebanon terus menjadi pos teroris Iran yang aktif, kita akan bertindak di selatan Lebanon seperti kita bertindak di utara Gaza. Ini bukan ancaman kepada Lebanon; ini adalah janji kepada penduduk kami di utara,” demikian tegas Anggota kabinet perang Benny Gantz. 

Dalam menghadapi kompleksitas situasi di Timur Tengah, terutama di Israel, Palestina, dan negara-negara sekitarnya, penting adanya kesadaran akan perdamaian yang berkelanjutan. Namun pada kenyataanya, saat ini konflik malah semakin menyebar ke beberapa negara karena dimanfaatkan oleh beberapa kelompok ekstrimis.

Untuk itu mari berdoa agar kebijaksanaan dan keadilan dapat menjadi pemandu dalam upaya mencapai solusi damai untuk konflik di wilayah Timut Tengah dan setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh pihak-pihak terkait dapat membawa wilayah ini ke arah persaudaraan, harmoni, dan mendatangkan kebaikan bersama.  

Sumber : CBN News
Halaman :
1

Ikuti Kami