Bahaya! Anak yang Kurang Perhatian Bisa Alami Hal Ini Lho...
Sumber: canva.com

Parenting / 6 December 2023

Kalangan Sendiri

Bahaya! Anak yang Kurang Perhatian Bisa Alami Hal Ini Lho...

Claudia Jessica Official Writer
697

Sadar gak sih? Kadang sebagai orangtua kurang memberikan waktu dan perhatian untuk anak karena sibuk kerja, atau menjalankan bisnis, atau mungkin juga melakukan pekerjaan rumah? Saking lelahnya badan dan pikiran, rasanya ingin cepat-cepat istirahat. Tapi tanpa disadari, ada anak-anak yang ingin diperhatikan oleh Anda.

Kalau sudah kurang perhatian dan kasih sayang seperti ini, akan berpengaruh kepada tumbuh kembang si anak, terutama dalam perkembangan psikologisnya.

Ada banyak sekali bentuk pengabaian yang dilakukan oleh orang tua yang mungkin jarang disadari bahwa mereka telah mengabaikan anak. Misalnya anak mengalami kekurangan gizi, masalah berperilaku, kesulitan mengendalikan emosinya, dan masih banyak lagi yang mungkin mengancam keselamatannya sendiri dan orang lain.

 

BACA JUGA: 7 Cara Orangtua Menjawab Pertanyaan Sulit Tentang Tuhan

 

Mari kita lihat apa saja tanda-tanda anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orangtuanya:

1. Terjadi Perubahan Perilaku Drastis

Salah satu tanda utama anak kurang perhatian adalah perubahan perilaku yang drastis. Anak yang sebelumnya ceria dan aktif dapat menjadi lebih pendiam atau, sebaliknya, yang sebelumnya lebih tenang bisa menjadi hiperaktif. Perubahan ini mencerminkan usaha anak untuk menarik perhatian, baik dengan cara positif maupun negatif.

2. Kurang Mandiri

Anak yang kurang mendapat perhatian mungkin mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemandirian. Mereka mungkin tergantung pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari yang seharusnya mereka lakukan sendiri. Ini bisa mencakup hal-hal seperti berpakaian, makan, atau mengatur mainan.

3. Mencari Perhatian Melalui Perilaku Negatif

Anak yang merasa kurang perhatian dapat mencari perhatian dengan cara yang tidak sehat. Mereka mungkin menjadi nakal, memberontak, atau bahkan bersikap agresif untuk menarik perhatian orangtua. Ini bisa menjadi bentuk ekspresi kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.

4. Kesulitan Berkonsentrasi

Kurangnya perhatian dapat berdampak pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Mereka mungkin menjadi sangat mudah teralihkan atau bahkan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sederhana karena pikiran mereka tidak stabil.

5. Merasa Tidak Aman

Anak yang tidak mendapat perhatian yang cukup mungkin mengalami rasa tidak aman. Mereka tidak yakin apakah kebutuhan dan perasaan mereka akan diperhatikan dan dihargai. Ini dapat menciptakan kecemasan dan ketidakstabilan emosional.

 

BACA JUGA: 9 Ayat di Alkitab yang Menjelaskan Tentang Keluarga

 

6. Prestasi Akademis Menurun

Kekurangan perhatian dapat berdampak pada prestasi akademis anak. Mereka mungkin kehilangan motivasi untuk belajar karena tidak melihat dukungan atau apresiasi dari orangtua. Hasilnya, penurunan prestasi akademis bisa menjadi tanda bahwa sesuatu tidak beres.

7. Protes Berlebihan

Beberapa anak mungkin menunjukkan perilaku protektif yang berlebihan untuk menarik perhatian. Ini bisa mencakup menangis berlebihan, merengek, atau bahkan menyakiti diri mereka sendiri. Protes ini bisa menjadi cara mereka untuk mengungkapkan kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang.

Menanggapi tanda-tanda ini, orang tua perlu melakukan pendekatan lebih kepada anak. Pertama-tama, orangtua perlu menyadari bahwa tanda-tanda ini mungkin menunjukkan bahwa anak memiliki kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Berikut beberapa cara untuk menanggapi dengan bijak

1. Berikan Perhatian: Berikan waktu dan perhatian yang berkualitas kepada anak. Luangkan waktu untuk berbicara, bermain, dan terlibat dalam kehidupan mereka. Dengan memberikan perhatian kualitas, anak merasa dihargai dan diperhatikan.

2. Mengembangkan Kemandirian: Bantu anak untuk mengembangkan kemandirian dengan memberikan tanggung jawab yang sesuai dengan usia. Ini bisa mencakup tugas-tugas sehari-hari atau memberi mereka ruang untuk membuat keputusan sendiri.

3. Bangun Hubungan yang Positif: Bangun hubungan yang positif dengan anak. Komunikasi terbuka, penerimaan, dan dukungan emosional adalah kunci untuk membina hubungan yang kuat. Anak yang merasa didengar dan dimengerti lebih cenderung berkembang dengan baik.

 

BACA JUGA: Biar Natal Kali Ini Gak Biasa-biasa Aja, Ajarkan Anak Makna Kelahiran Tuhan Yesus Yuk!

 

4. Saling Melibatkan Diri dalam Kegiatan Bersama: Saling terlibat dalam kegiatan bersama dapat memperkuat ikatan antara orangtua dan anak. Ini bisa mencakup kegiatan olahraga, seni, atau bahkan sekadar berjalan-jalan bersama. Kesempatan ini memungkinkan interaksi positif.

5. Bantu Anak Mengelola Emosi: Anak mungkin kesulitan mengelola emosi mereka. Ajari mereka cara mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang sehat. Ini membantu mereka membangun kecerdasan emosional.

6. Dorong Minat dan Bakat Anak: Temukan minat dan bakat anak, dan dorong mereka untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka. Ini memberikan mereka perasaan pencapaian dan meningkatkan rasa percaya diri.

7. Berikan Dukungan Tambahan Jika Diperlukan: Jika tanda-tanda kekurangan perhatian ini persisten atau tampaknya mengarah pada masalah yang lebih besar, pertimbangkan untuk mencari dukungan tambahan. Ini bisa melibatkan konselor anak atau keluarga yang dapat memberikan pandangan profesional.

 

BACA JUGA: Dear Parents, Pahami 5 Luka Masa Kecil Ini Bisa Berdampak hingga Dewasa

 

Mendeteksi tanda-tanda kekurangan perhatian adalah langkah pertama untuk memahami kebutuhan anak. Respons yang bijak, penuh kasih, dan terinformasi dapat membantu membangun dasar yang kokoh bagi perkembangan anak yang sehat. Penting bagi orangtua untuk tetap terhubung dengan anak-anak mereka, memastikan bahwa mereka merasa diperhatikan, dihargai, dan dicintai.

Anda diberkati dengan artikel ini? Yuk bagikan artikel ini sebagai langkah kecil untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling Anda.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami