Terima Kasih Tuhan Yesus Karena Telah Membuka Mata Hatiku
Sumber: jawaban.com

Family / 17 November 2023

Kalangan Sendiri

Terima Kasih Tuhan Yesus Karena Telah Membuka Mata Hatiku

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
926

Namaku Frans dan saat ini bergabung dengan Sanggar Belajar Anak School of Life (SoL) GKMI Ekaristi Pringsewu. Umurku saat ini 13 tahun dan aku sedang menimba ilmu di bangku SMP kelas 1. Kedua orangtuaku hanyalah seorang tukang rongsok yang bekerja dari pagi hingga malam untuk memenuhi kebutuhan aku dan 2 adikku.  

Sebelum bergabung dengan SoL, aku dikenal dengan anak yang berperilaku buruk pada kedua orang tua. Aku sering marah-marah, nggak pernah ke gereja dan pernah satu kali tak sengaja menendang kaki ibuku saat apa yang kuminta tidak terpenuhi. Lingkungan pergaulanku, kacau. Sehingga membuatku terbiasa menggunakan kata-kata yang kasar jika marah dengan adikku.  

BACA JUGA : Aku Kecanduan Main Judi, Tapi Kisah Ini Menyadarkanku -Rafael 11 Tahun

Hingga suatu hari, ketika aku bermain ke tempat temanku Yobel. Orangtuanya menceritakan kalau Yobel saat ini sudah berubah menjadi anak yang lebih baik setelah bergabung di SoL. Aku mendengarkan cerita dari mama Yobel, disaat bersamaan Yobel mengajakku untuk bergabung dengan SoL. Setelah kupikir beberapa saat, akhirnya ku iyakan ajakan dari Yobel.  

BACA JUGA : Kisah Ini Membuat Eunike Ingin Kembali Membuka Diri

Pertemuan pertamaku di SoL, aku dibantu untuk mengerjakan tugas-tugas. Ada pelajaran karakter juga yang menarik. Setelah dua bulan mengikuti kegiatan, aku mulai tersentuh ketika menonton video Superbook Perumpamaan Anak yang Hilang. Karena aku seperti melihat diriku sendiri di kisah tersebut. Seorang anak yang tidak menghargai kasih sayang orangtuanya dan tidak menghormati mereka seperti perintah Allah. Di momen tersebut, aku merasakan kehadiran Tuhan begitu dekat.  

Ketika tutor mengajak kami menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua, hati aku tergerak. Aku mengingat kembali ketika aku tidak sengaja menendang kaki ibuku karena dia tidak membelikan ku kuota internet. Aku sadar kalau aku menendangnya saat itu tapi aku sama sekali tidak berniat untuk meminta maaf. Akhirnya, sepulang dari SoL, ketika orangtuaku pulang bekerja, aku minta maaf pada ibu. Selayaknya seorang ibu yang memiliki hati yang besar, ia memaafkan apa yang telah ku lakukan selama ini. Aku berjanji akan berubah secara perlahan. 

BACA JUGA : Keberhasilan Saya untuk Melepaskan Rasa Khawatir Membawa Saya Pada Jalan Keluar

Sekarang aku sudah mulai datang ke gereja, meskipun baru dua kali, aku berjanji akan datang terus. Kedua orang tua aku bersyukur atas perubahan ini. Ibu berharap aku perubahanku bisa menjadi berkat dan teladan bagi kedua adikku. Terima kasih Tuhan Yesus, karena melalui SoL, Engkau telah membuka mata hatiku dan mengubah hidupku menjadi lebih baik. 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami